Sabtu, 5 Februari 2011 14:19 WIB Boyolali Share :

Tower BTS ambruk timpa rumah dan sapi

Boyolali (Espos)--Sebuah tower Base Transceiver Station (BTS) milik PT Telkomsel di Dukuh Ngepos Kulon RT 11/III, Desa Sukabumi, Cepogo, Boyolali, Sabtu (5/2) pagi ambruk. Akibat peristiwa itu, tower setinggi 72 meter itu menimpa rumah milik Sanusi, 42, warga setempat dan melukai seekor sapi milik Sanusi.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, Sabtu, menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar 04.30 WIB. Saat itu, di sekitar lokasi kejadian terjadi angin ribut yang disertai hujan deras. Hal itu membuat warga sempat panik dengan kondisi angin yang cukup kencang.

Salah seorang warga setempat, Hartini mengatakan angin itu terjadi sejak Sabtu dinihari. Saat itu, di kawasan Sukabumi diguyur hujan sejak Jumat (4/2) sore hingga Sabtu dinihari. Selain itu, di kawasan Cepogo dan sekitarnya juga dilanda angin kencang.

“Suaranya seperti suara mesin helikopter sangat keras. Bahkan saya tidak berani keluar, karena angin yang cukup kencang,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu.

Hartini mengatakan peristiwa ambruknya tower itu juga sangat cepat. Setelah angin kencang yang menyerupai suara mesin helikopter itu menerjang kawasan Cepogo, tiba-tiba ambruk ke arah timur dan selatan.

“Padahal saat itu sebagian warga masih berada di dalam rumah, karena kondisi di luar juga turun hujan,” tambah Hartini, yang rumahnya persis bersebelahan dengan bangunan tower tersebut.

Menurut Hartini, bangunan untuk tower BTS itu menyewa lahan milik Ketua RW III Hadi Mulyono. Sepengetahuannya, jelas Hartini, sewa itu selama 10 tahun. “Seingat saya izin kontraknya sudah diperpanjang. Tower itu sudah berdiri lebih dari lima tahun yang lalu,” papar dia.

Sementara, pemilik rumah Sanusi menuturkan saat kejadian itu dirinya bersama istrinya, Aminah dan anak keduanya Dwi Nur Cahyani, 14, masih berada di dalam rumah. “Saya tidak ada firasat apapun. Tetapi sejak pukul 03.00 WIB, saya sudah tidak bisa tidur karena angin yang cukup kencang,” ujarnya kepada wartawan.
Sanusi menambahkan peristiwa itu juga sangat cepat. Setelah ada angin kencang, tambah Sanusi, tiba-tiba tower ambruk dan mengenai bagian teras rumahnya, bagian samping rumah dan kandang ternak sapinya.

“Setelah kejadian itu, saya juga tidak bisa keluar rumah, karena bagian teras hancur dan pintu tidak bisa dibuka. Akhirnya saya keluar melalui pintu belakang rumah,” papar dia.
Akibat peristiwa itu, jelas Sanusi, sapi jantan miliknya mengalami luka yang cukup parah. Bagian tanduk terlepas hingga keluar darah. Akibat peristiwa itu, menurut Sanusi, dirinya mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Terpisah, Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Cepogo AKP Bambang Rusito mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami juga memasang police line untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena lokasi masih sangat rawan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu.

Kapolsek menambahkan pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk waspada, terlebih dengan kondisi cuaca yang terjadi akhir-akhir ini.

fid

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…