Sabtu, 5 Februari 2011 20:01 WIB News Share :

Perahu arung jeram terbalik di Kali Progo, 2 tewas & 12 luka

Magelang —Dua perahu karet yang digunakan sekelompok pemuda berwisata petualang arung jeram di Sungai Progo di perbatasan Kabupaten Magelang dengan Kulon Progo, Sabtu (5/2) terbalik. Dua orang tewas setelah terseret arus sungai, seorang pingsan, dan 12 orang luka ringan.

Dua orang korban yang tewas itu adalah Jarot Nursasongko, 32, warga Jalan Tanah Putih Semarang dan Wawan Istianto, 34, warga Blondo, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. 

Artopo, salah seorang korban selamat menyatakan saat melewati arus deras dengan gelombang tinggi tiba-tiba perahu yang ditumpanginya terbalik.

“Begitu perahu terbalik saya berpegangan pada batu besar dan saya tidak berani berenang karena arus besar. Saya teriak-teriak dan langsung ditolong oleh warga sekitar,” ujar Artopo.

Artopo menceritakan awal mula kecelakaan adalah sejumlah pemuda menggunakan dua perahu karet melakukan arung jeram dengan pendamping dari Elo River berangkat dari Dusun Caruban, Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Magelang.

”Sekitar dua kilometer dari tempat pemberangkatan, yakni di Dusun Kali Putih, Desa Karangtalun, Kecamatan Ngluwar dua perahu yang membawa 15 penumpang tersebut terbalik dan belasan penumpangnya tercecer dan terseret arus Sungai Progo yang relatif ganas,” ungkap Artopo.

Artopo menjelaskan, perahu di urutan pertama berwarna Merah berisi sebanyak 7 penumpang. Di antaranya Sri Widodo warga Elang Barat Semarang, Andreas Nuryono, 31, warga Banyumanik Semarang, Andika, 28, warga Semarang, Ari, 29, warga Blondo, Mungkid, Magelang, Jarot Nursasongko, Prayitno, 28, warga Gedongan, Mungkid, Asrori, 28, warga Semarang.

Menyusul perahu urutan kedua berwarna kuning berisi 8 penumpang, yaitu Argo, 34, warga Lempongsari, Semarang, Arif Nurmansyah, 23, warga Semarang, Wawan Istianto, 34, Rahadi, 33, warga Blondo, Benadi, 30, warga Magelang, Artopo, 23, warga Semarang, Angga, 23, warga Semarang, dan Ajeng, 18, warga Glagah, Mertoyudan, Magelang.

Kapolsek Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Kompol Asep Suherman menyatakan kasus ini diketahui berawal dari penemuan jasad di Sungai Progo, tepatnya di Dam Kawasan Ancol, Kecamatan Ngluwar, Magelang yang berbatasan dengan Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta.

“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata dua orang tewas dan belasan lainya dirawat di Puskesmas. Semua korban dirawat di Puskesmas Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, kecuali Artopo yang mengalami luka ringan di rawat di Puskesmas Ngluwar, Kabupaten Magelang, sedangkan Benadi yang pingsan dirujuk ke RS Muntilan Kabupaten Magelang,” tegas Asep.

Asep menceritakan, saat perahu terbalik 12 korban bisa diselamatkan oleh warga yang sedang menambang pasir, namun tiga orang lainnya hanyut. Benadi ditemukan di bawah bendungan Ancol dalam kondisi pingsan, sedangkan dua korban meninggal ditemukan di Dusun Bogo, Desa banjarharjo, Kulon Progo.           

Asep menuturkan polisi masih memintai keterangan dari beberapa saksi serta beberapa orang yang terlibat pelaksanaan arung jeram. Mereka di antaranya operator Elo River dan beberapa korban yang selamat untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. Detikcom

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…