Sabtu, 5 Februari 2011 02:35 WIB Sragen Share :

Pasar Kalongbali terancam roboh

Sragen (Espos)–Sebanyak belasan bangunan los Pasar Kalongbali, di Dusun Kalongbali, Krikilan, Kalijambe, terancam roboh karena kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan. Warga menilai perlu adanya perbaikan agar transaksi jual beli tetap lancar.

Berdasarkan pengamatan Espos di lokasi, Jumat (4/2), kayu penyangga yang terbuat dari bambu, rapuh hampir di setiap bagian los. Bambu penyangga tersebut berlubang dan digerogoti rayap. Bahkan, los di bagian belakang tampak doyong atau miring hingga membuat genting berjatuhan. Banyak genting yang pecah dan hilang membuat kondisi semakin tampak parah. Kendati demikian, menurut warga sekitar pasar itu masih tetap dioperasikan hingga sekarang.

Warga setempat, Ermin, 38, saat ditemui Espos, mengatakan selama ini pengelolaan, baik perbaikan maupun manajemen pasar tidak dipegang oleh pihak desa, melainkan di pegang oleh pemilik lahan yang saat ini merantau ke Sumatera. Pasalnya, pasar itu berada di atas lahan perorangan. Apabila pemilik lahan belum berencana memperbaiki, maka kondisi seperti itu akan dibiarkan saja.

Kendati kondisi bangunan semakin memprihatinkan, pasar yang buka hanya setiap pahing dan kliwon itu masih tetap banyak diminati pedagang dan pembeli. Setiap pasar buka, transaksi jual beli hasil bumi masih tampak ramai. “Saya sendiri waswas apabila kondisi seperti itu dibiarkan saja. Saya melihat potensi bangunan akan roboh semakin besar dari hari ke hari,” paparnya.

Ia lebih lanjut menyampaikan, telah mendengar pihak pemilik lahan akan memperbaiki pasar itu. Proses perbaikan juga sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu, pembangunan los dengan bahan beton di bagian belakang sudah dilakukan, hanya saja perbaikan terhenti.

Warga lain, Mujiono, 54, mengaku waswas apabila sedang berbelanja di pasar itu karena takut bangunan pasar akan roboh. Keberadaan pasar itu sebenarnya sangat dibutuhkan warga sekitar, mengingat pasar lain terletak sangat jauh dari Desa Krikilan. Ia berharap siapa pun pengelolanya agar segera memperbaiki pasar yang berdiri sejak puluhan tahun itu.

Ditemui terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Krikilan, Sukiyo, menjelaskan pasar itu memang sudah menjadi satu bagian dari Desa Krikilan. Oleh karena itu pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan Pasar Kalongbali ke Pemkab pada tahun 2007 silam. Namun, usulan itu tidak terealisasi karena pasar berdiri bukan di atas tanah kas desa.

Hal itu diakuinya menjadi kendala. Agar pasar lebih terkontrol, pihaknya juga telah menawarkan kepada pedagang untuk pindah ke tanah desa yang terletak di sebelah timur SDN Krikilan 1. Tapi pedagang menolak dengan alasan bahwa mereka sudah menjadi satu kesatuan dengan pasar di lokasi itu. Kendati demikian, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemilik lahan untuk mengupayakan perbaikan.

m93

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…