Sabtu, 5 Februari 2011 13:56 WIB Internasional Share :

Mahasiswa Al Azhar patahkan klaim Anis Matta PKS bantu revolusi Mesir

Jakarta – Sekjen PKS Anis Matta mengklaim kalau kadernya membantu perjuangan revolusi rakyat Mesir. Anis, yang juga Wakil Ketua DPR menyebut ada 600 kadernya bertahan dan membantu menyediakan logistik. Namun klaim Anis itu dipatahkan.

“Itu tidak benar, tidak ada warga Indonesia yang membantu menyediakan makanan bagi demonstran,” kata Mahasiswa S2 Al Azhar, Samsul Ardika, Sabtu (5/2).

Samsul yang mengambil jurusan Ushuludin dan sudah 2 tahun di Kairo ini menjelaskan, sangat riskan bagi warga negara asing ikut membantu atau sekedar menyediakan makanan.

“Mendekati demonstran saja tidak boleh. Jadi tidak logis itu pernyataannya,” terang Samsul.

Samsul kini membantu KBRI dalam mengevakuasi sejumlah WNI yang berada di luar kota Kairo. Dia menambahkan, warga asing akan sulit untuk membantu atau mendekati pengunjuk rasa di Lapangan Tahrir karena adanya militer.

“Begini ya, pejabat KBRI saja mau membawakan makanan untuk dibawa ke kantor untuk kebutuhan sehari-hari diperiksa ketat. Bagaimana kalau membawa untuk demonstran? Bisa ditembak,” tambahnya.

Samsul menambahkan, kini WNI umumnya berdiam di rumah, sesuai imbauan KBRI dan bagi yang mau segera dievakuasi. “Setahu saya kader PKS banyak juga yang sudah pulang ke Indonesia,” tutupnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…