Sabtu, 5 Februari 2011 01:25 WIB Hukum Share :

Curi uang calon mertua, calon menantu pun batal ke pelaminan...

Solo (Espo) — Gara-gara nekat mencuri uang calon mertuanya, Fitri Adi Kirana, 22,warga Kentingan, Jebres pun gagal naik ke pelaminan yang tinggal beberapa bulan.

Calon menantu kurang ajar ini nekat mengembat uang senilai Rp 500.000 milik calon mertuanya di Losari, Pasar Kliwon, Selasa (25/1) pukul 23.00 WIB.

Karena tindakan kriminalnya itu, sang calon mertua pun tak bisa memaafkan. Maka jalinan asmara yang dia rajut dengan wanita pujaannya, Mei gagal total.

Sang calon mertua tak sudi merestui hubungan puteeinya dengan seorang yang suka mencuri.

Sekitar satu tahun silam, Fitri dan Mei sepakat saling mencintai. Seiring berjalannya waktu, hubungan itu didengar juga orangtua Mei. Begitu Fitri berkenalan dengan orangtua Mei, calon mertua sudah memberi sinyal agar mereka segera meresmikan hubungan.

Agar hubungan tak luntur, hampir setiap hari Fitri mbertandang ke rumah Mei. Hingga akhirnya, Fitri berkeinginan membuatkan sebuah kamar di rumah calon mertua. Fitri dan Mei bertekad memiliki sebuah kamar begitu hubungan mereka diresmikan.
Bermula dari rencana itulah justru membuat Fitri ‘lupa diri’. Saat dirinya bertandang ke rumah calon mertuanya, Fitri mendapati kondisi rumah kosong. Calon isterinya sedang bekerja, sedangkan calon mertua sibuk dengan kegiatan sehari-hari.

Celah untuk mencuri sejumlah uang tiba-tiba saja muncul. Tanpa berpikir akibatnya, Fitri masuk ke kamar calon mertua. Di sana, dia melihat sejumlah uang di tempat tidur.”Seingat saya, saya hanya mengambil uang Rp 100.000 sebanyak tiga lembar dan uang Rp 50.000 sebanyak 1 lembar. Tapi, calon mertua saya bilang, uang yang hilang mencapai Rp 500.000,” katanya saat ditemui wartawan di Mapolsek Pasar Kliwon, Jumat (4/2).

Menurut Fitri, uang yang sudah diambil itu digunakan berbelanja sejumlah kayu Sengon ukuran 2 meter dan 3 meter. Rencananya, kayu tersebut untuk menyekat ruangan di dalam rumah calon mertuanya yang bakal difungsikan sebagai kamar mereka kelak.

Sebagian uang hasil curian juga digunakan tersangka menebus utang temannya dan untuk makan sehari-hari.”Karena ketahuan mencuri, rencana menikah dan hidup serumah gagal total. Calon mertua saya tidak merestui. Antara saya dan Mei hanya disuruh menjalin persaudaraan. Padahal, di antara kami masih saling mencintai saat ini,” katanya. Ponco Suseno

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…