Jumat, 4 Februari 2011 22:44 WIB Wonogiri Share :

Tak bisa tarik tabungan, nasabah BMT AF resah

Wonogiri (Espos) Rasa khawatir dan resah menghantui puluhan nasabah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) AF yang berkantor di Kecamatan Giritontro, Wonogiri. Pasalnya, sudah beberapa waktu terakhir mereka tak bisa menarik tabungan mereka di lembaga tersebut.

Informasi yang dihimpun Espos, total uang nasabah yang tersimpan di BMT tersebut nilainya mencapai kurang lebih Rp 2,5 miliar. Informasi tersebut juga menyatakan BMT itu sudah tidak buka kantor selama sepekan terakhir.

Berbagai upaya telah dilakukan para nasabah. Di antaranya dengan mediasi yang difasilitasi pihak Pemerintah Kecamatan Giritontro. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Giritontro, Suparmo mengungkapkan beberapa hari lalu ada upaya pertemuan antara nasabah dengan pihak pengelola BMT.

“Sayangnya saya tidak tahu persis bagaimana pertemuan itu, karena waktu itu saya ada pekerjaan di desa. Pak Camat yang tahu persis. Kabar yang saya dengar begitu, nasabah BMT itu tidak bisa menarik uang dan mereka meminta bantuan ke kecamatan untuk memfasilitasi,” kata Suparmo, saat dihubungi Espos, Jumat (4/2).

Sedangkan Camat Giritontro, Kuswandi, hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi untuk konfirmasi. Beberapa kali nomor selulernya dihubungi tidak aktif.

Selain meminta bantuan pemerintah kecamatan, nasabah juga sempat mendatangi Polres Wonogiri. Kapolres Wonogiri, AKBP Nanang Avianto mengakui beberapa hari lalu memang ada seseorang yang mengaku nasabah BMT AF di Giritontro datang ke Mapolres, tapi baru sebatas konsultasi mengenai langkah yang harus diambil.

“Memang ada nasabah BMT itu yang datang ke kami untuk konsultasi. Kami sudah kasih saran, kalau memang merasa dirugikan maka buatlah laporan resmi, supaya kami punya dasar untuk melakukan penyelidikan,” jelas Nanang.

Menurut Nanang, nasabah itu mengaku takut jika ia membuat laporan resmi ke kepolisian maka uangnya tidak akan kembali. Padahal, justru karena tidak ada laporan resmi itu maka penyelesaian masalah itu jadi berlarut-larut. Apalagi, saat ini ada informasi BMT itu sudah tidak beroperasi selama sepekan.

“Jika tidak ada laporan resmi dari pihak yang dirugikan, kami sulit menindak baik dari segi pidana maupun perdatanya. Ini bisa jadi mengarah pada upaya penipuan. Laporan resmi harus dibuat agar korban tidak bertambah,” imbuhnya.

Terpisah, anggota DPRD Wonogiri asal Giritontro, Sutarno juga mengaku telah mendapatkan informasi mengenai keresahan nasabah BMT AF di wilayahnya. Namun detailnya ia mengaku tidak tahu persis.

“Saya hanya mendengar kabar bahwa BMT itu kolaps dan nasabahnya tidak bisa mengambil tabungan. Tapi detail nominalnya berapa, jumlah nasabahnya berapa, saya belum dapat informasi pasti,” kata anggota Fraksi PDIP itu.shs

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…