Jumat, 4 Februari 2011 11:15 WIB Sport Share :

SEA Games XXVI bebas asap rokok

Palembang--Pemerintah Sumatra Selatan mengkampanyekan awal kebangkitan olahraga tanpa asap dan sponsor industri rokok. SEA Games XXVI yang akan dihelar November mendatang pun dinyatakan bebas rokok.

Dipastikan di tiap sudut kota yang terdapat venue untuk SEA Games di Palembang, akan tercantum peringatan larangan merokok. Hal ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemerintah Kota Pelembang untuk menciptakan udara bersih selama perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara itu.

“Program ini kita namakan kawasan bebas rokok (smoke free) selama SEA Games,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Gema Asiani seperti diberitakan detikSport, Jumat (4/2).

Dia menjelaskan, program tersebut atas usulan dari Pemprov Sumsel yang kemudian disambut positif pihak Pemkot Palembang karena sesuai dengan misi menjadikan Palembang sebagai kota bebas asap rokok.

Sebetulnya kebijakan kawasan tanpa rokok sudah digulirkan Pemkot Palembang lewat Peraturan Daerah (Perda) No7 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Perda itu telah berlaku efektif sejak Mei 2010 dengan menempatkan daerah-daerah tertentu sebagai smoke free yakni tempat umum, tempat kerja, tempat ibadah, arena kegiatan anak-anak, angkutan umum, kawasan proses belajar mengajar dan tempat pelayanan kesehatan.

Tempat umum tersebut adalah sarana yang diselenggarakan pemerintah, swasta atau perorangan berupa ruang tertutup yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat. Termasuk tempat umum milik pemerintah, pemprov, pemkot, gedung perkantoran umum, tempat pelayanan umum (terminal, termasuk terminal bus, bandara, stasiun kereta api, mal, pusat perbelanjaan, hotel, restoran dan sejenisnya).

Perda anti rokok versi kota pempek tersebut terbilang istimewa dan diamati internasional, bahkan termasuk dalam lima kebijakan serupa yang ada di Tanah Air. Empat kota lain yang menerapkan perda antirokok di Indonesia yakni Pontianak, Bogor, Surabaya, serta Padang Panjang.

Lahirnya perda kawasan tanpa rokok Palembang, salah satunya berangkat dari hasil penelitian John Hopkins Bloomberg yang menyebutkan, hampir seluruh bangunan yang tidak memiliki larangan untuk merokok ternyata tercemar PM (satuan asap) 2,5 yang terdiri dari nikotin, TAR, dan korbondioksida. Penelitian John juga mengungkapkan asap rokok sangat berpotensi membahayakan kesehatan terutama pada anak-anak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang berkesimpulan tingginya kadar PM 2,5 tersebut harus segera ditanggulangi. Kalau tidak bahaya penyakit seperti kanker paru-paru, jantung, stroke atau asma pada anak-anak akan mengancam orang-orang yang ada di dalam bangunan.

Nah, lokasi venue olahraga memang cukup rentan jika ada aroma rokok. Terlebih lagi tempat olahraga itu merupakan ruangan indoor,” kata Gema.

Rupanya program anti rokok telah dianut sejumlah negara di dunia yang kerap menggelar event olahraga internasional. Kebijakan yang menolak keras bau asap rokok juga telah dilakukan saat ajang SEA Games XXV di Laos tiga tahun lalu.

Bahkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng pernah mengatakan akan membuat peraturan tegas soal anti rokok dan asapnya saat digelar event olahraga.

“Bahkan termasuk melarang keras perusahaan rokok menjadi sponsor kegiatan olahraga terutama multievent seperti olimpiade, Asian Games dan SEA Games. Kami akan buat peraturannya,”’ kata Andi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Selama ini Indonesia dan Kamboja merupakan dua Negara ASEAN yang masih membebaskan sponsor rokok di ajang olahraga, konser musik hingga pesta jalanan. Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengungkapkan, sepanjang 2007 di Indonesia ada 870 kegiatan olahraga yang disponsori perusahaan rokok.

Dukungan serupa ada pada 378 pertunjukan musik rock, jazz, pop, hingga dangdut, kemudian ada 60 kegiatan seni dan budaya didanai produsen rokok. Ironisnya lagi, kegiatan agama pun ikut latah, paling tidak ada 24 kegiatan keagamaan yang berjalan karena didukung industri sigaret. Komnas PA mencatat 92,4% anak-anak dan remaja bangsa ini melihat iklan rokok dalam acara olahraga, musik dan kegiatan remaja lainnya.

Pesta SEA Games XXVI yang digelar di Palembang ini diharapkan bisa menjai awal kampanye olahraga bebas rokok dan sponsor perusahaan rokok di Indonesia.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…