Jumat, 4 Februari 2011 03:16 WIB Klaten Share :

RSUP Klaten pungut tarif toilet pengunjung

Klaten (Espos)--Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten memberlakukan tarif pada sejumlah toilet bagi pengunjung RS.

Kebijakan tersebut menuai keluhan bagi para keluarga pasien yang notabene tengah dirundung kesusahan. Pasalnya, rumah sakit (RS) adalah sebuah institusi milik negara yang mestinya mengutamakan misi kemanusiaan ketimbang misi komersial.

Salah satu pengunjung RSUP, Kusdinar kepada Espos, Kamis (3/2) mengaku kaget begitu dimintai tarif Rp 1.000 oleh petugas usai buang air kecil. Dia baru tahu bahwa tarif tersebut merupakan tarif resmi yang diberlakukan bagi siapapun pemakai. “Saat itu saya tanya petugas, tapi katanya hal itu sudah kebijakan dari RS,” katanya.

Kusdinar mengaku sangat menyesalkan kebijakan RSUP yang terkesan mengabaikan pelayanan dan misi kemanusiaan. Padahal, tegasnya, RS adalah sebuah intitusi milik negara yang bertujuan membantu masyarakat karena selama ini dibiaya uang rakyat. Selain itu, keberadaan keluarga pasien yang datang menjenguk tak semuanya berangkat dari keluarga kaya.

“Kami datang sudah dalam kondisi susah, mengeluarkan biaya untuk bensin, masuk RS sudah kena tarif parkir pula. Sekarang, mau ke kamar kecil saja ditarik pungutan. Lha, di mana misi kemanusiaan sebuah rumah sakit,” kritiknya.

Lokasi toilet yang dikenai pungutan tersebut berada di sisi barat dari arah pintu parkir selatan RSUP atau di sekitar masjid. Di lokasi tersebut, terdapat sejumlah ruangan toilet yang dijaga petugas serta dipasang kotak pungutan. Selain itu, juga terdapat pengumuman resmi bahwa untuk buang air kecil atau buang air besar dikenai tarif Rp 1.000 dan Rp 3.000 untuk mandi.

Menanggapi hal itu, Humas RSUP Petrus Trijoko menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dibuat dalam rangka untuk menjaga kebersihan toilet. Sebab, toilet yang dipungut tarif tersebut menurutnya memiliki kondisi lebih bagus. “Untuk menjaga kebersihannya, makanya kami mempekerjakan petugas kebersihan untuk menjaganya. Dan hasil uang tarif, kembalinya untuk biaya operasional kebersihan,” sanggahnya.

Meski demikian, jelas Petrus, pihak RSUP masih menyediakan sejumlah toilet gratis untuk umum. Sehingga, jika ada pasien yang keberatan maka bisa memakai toilet gratis. “Masih banyak toilet gratis di dalam RSUP dan juga di masjid. Kalau pengunjung keberatan, ya bisa memakai toilet di masjid,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…