Jumat, 4 Februari 2011 20:14 WIB Solo Share :

Reklame tak sesuai program KLA bakal dihapus

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana menghapus sejumlah reklame yang dinilai tidak sejalan dengan pencanangan program Kota Solo sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A & KB) Kota Solo, Widdi Srihanto, kebijakan itu diambil Pemkot untuk menyikapi berbagai masukan dan kritik dari masyarakat yang menyoroti masih banyaknya reklame yang dianggap tidak sejalan dengan program KLA tersebut, terutama bila reklame dipasang di ruang publik untuk anak-anak.

“Masyarakat sudah sangat kritis dan bisa menilai bagaimana kondisi kota Solo saat ini. Bahkan reklame pun tidak luput dari sorotan, salah satunya iklan rokok yang dianggap tidak sejalan dengan program KLA yang dicanangkan untuk Kota Solo saat ini. Sehingga sebisa mungkin iklan-iklan semacam itu akan dikurangi, bahkan bila perlu dihapuskan,” papar Widdi ketika ditemui wartawan di Stadion Manahan, Jumat (4/2).

Terkait rencana penghapusan tersebut, Widdi menjelaskan Pemkot terlebih dulu akan menyosialisasikan kepada pihak-pihak terkait. Termasuk apabila Pemkot akan menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan bagi anak-anak, juga harus lebih selektif.

Rencana itu, menurut Widdi, juga dilakukan seiring persiapan Kota Solo sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Kota Layak Anak sekawasan Asia Pasifik pada bulan Juli mendatang.

sry

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…