Jumat, 4 Februari 2011 09:50 WIB News Share :

KPK tak patah semangat walau ditolak DPR

Jakarta–Penolakan DPR atas kehadiran pimpinan KPK Bibit-Chandra tidak mempengaruhi kinerja lembaga itu. KPK tetap maju terus mengusut korupsi, termasuk yang melibatkan anggota DPR.

“Kita tetap jalan terus,” kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar di Jakarta, Jumat (4/2). KPK, lanjut Haryono, mempunyai tanggung jawab kepada negara dan masyarakat sesuai UU untuk melakukan pemberantasan korupsi. Aksi penolakan dan walk out sejumlah anggota dewan dijamin tidak mengganggu KPK. “Enggak dong, nanti kita bisa disalahkan UU kalau tidak bekerja,” tutup Haryono.

Komisi III DPR menolak melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPK. Politisi di Senayan beralasan status Bibit-Chandra, walau sudah dideponeering atau dikesampingkan perkaranya oleh Kejagung, tetap berstatus tersangka.

Padahal, Mahkamah Agung (MA) dalam keputusannya menyerahkan sepenuhnya kepada Kejagung terkait status Bibit-Chandra. Jaksa Agung Basrief Arief sudah menyatakan deponeering menghapuskan status tersangka.

Demikian pula dalam rapat tim pengawas Century, sejumlah anggota dewan antara lain dari FPKS, FPDIP, FPPP, FGolkar melakukan aksi walk out.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…