Jumat, 4 Februari 2011 01:01 WIB Sukoharjo Share :

Erosi Sungai Bengawan Solo, lahan hilang hingga dua hektare

Sukoharjo (Espos)--Tanah di Dukuh Weko Desa Ngasinan, Bulu, Kabupaten Sukoharjo, hilang hingga sekitar dua hektare akibat tergerus Sungai Bengawan Solo. Erosi bahkan menghanyutkan jalan penghubung antardukuh dan mengancam pemukiman penduduk.

Kepala Desa (Kades) Ngasinan, Ibnu Wiyatno, menyebutkan erosi di salah satu dukuh di desanya itu semakin bertambah parah. Terlebih saat curah hujan tinggi seperti saat ini. Pihaknya berharap kondisi tersebut segera ditanggulangi agar tidak membahayakan keselamatan warga di sekitarnya.

“Sejauh ini (tebing sungai) hilang sudah sekitar dua hektare dan jadi bertambah parah setiap hari. Kami berharap masalah ini diperhatikan dan dicarikan solusi agar tak makin merugikan,” ungkapnya kepada Espos di Ngasinan, Kamis (2/2).

Ibnu menyampaikan longsor tanah akibat erosi Sungai Bengawan Solo sebenarnya telah ditinjau Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, bersama jajaran instansi terkait beberapa waktu lalu. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda pembuatan beronjong penahan erosi seperti disampaikan.

“Sambil menunggu penanganan, pemerintah desa bersama warga berupaya membuat pagar atau prasarana lain yang bisa memperlambat atau menekan terjadinya erosi,” ujarnya.

try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…