Jumat, 4 Februari 2011 15:36 WIB Ekonomi Share :

Cadangan devisa RI di Januari turun US$ 900 juta

Jakarta–Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa RI tergerus US$ 900 juta selama sebulan terakhir. Pada Januari 2011, cadangan devisa RI tercatat US$ 95,3 sedangkan pada akhir 2010 cadangan devisa masih tercatat sebesar US$ 96,207 miliar.

Demikian hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang tertuang dalam siaran pers yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah di Jakarta, Jumat (4/2).

“Posisi cadangan devisa pada 31 Januari 2011 tercatat sebesar US$ 95,3 miliar atau setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” tuturnya.

Lebih jauh Difi menyampaikan untuk transaksi berjalan pada triwulan I-2011 diperkirakan masih akan mencatat surplus yang cukup besar. Kemudian, sambung Difi, transaksi modal dan finansial (TMF) juga diperkirakan mencatat surplus besar, terutama didukung oleh kuatnya aliran modal masuk investasi langsung (PMA).

Secara terpisah, Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, turunnya cadangan devisa ini adalah karena besarnya aliran modal keluar alias capital inflow selama Januari 2011. Bank sentral harus mengeluarkan dana lebih untuk melakukan intervensi guna mencegah pelemahan nilai rupiah.

“Cadangan devisa menurun akibat besarnya capital outflow sehingga BI harus intervensi untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tidak terdepresiasi terlalu besar,” ujar Hartadi ketika di Jakarta, Jumat (4/2).

Selain adanya intervensi, Hartadi juga mengatakan penyebab tergerusnya cadangan devisa dikarenakan juga pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Lebih jauh Hartadi juga menungkapkan porsi kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN) mengalami penurunan. Pada akhir 2010, kepemilikan asing di SBI tercatat sebesar Rp 54, 93 triliun atau mencapai 26,95%. Sedangkan porsi kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) mencapai 29,93% atau Rp 195,75 triliun di akhir 2010.

“Di akhir Januari 2011 ini dana asing di SBI sebesar Rp 45,0 triliun atau 23% dan di SUN sebesar Rp 195 triliun atau 29,4% dari total kepemilikan dana di SBI dan SUN,” tukasnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…