Kamis, 3 Februari 2011 23:09 WIB Sragen Share :

Pilkada Sragen, Yuda maju tanpa koalisi

Sragen (Espos)–Tiga pasang calon bupati (Cabup)-calon wakil bupati (Cawabup) melengkapi kekurangan berkas pendaftaran di hari terakhir batas waktu yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Rabu (2/2).

Pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yuda) maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanpa koalisi. Pasangan Sularno-Kushardjono (Laku) melengkapi berkas administrasi pendaftaran pada Selasa (1/2) sore. Sedangkan pasangan Wiyono Dariyanto (Noto) melengkapi berkas pada Rabu, sebelum pasangan Yuda datang. Permasalahan empat partai pendukung Noto yang dinyatakan bermasalah oleh KPU juga sudah diperbaiki sebagaimana permintaan KPU.

Dengan demikian lima pasang Cabup-Cawabup sudah melengkapi kekurangan persyaratan, tinggal KPU melakukan verifikasi ulang sebelum ditetapkan sebagai Cabup-Cawabup peserta Pilkada pada 17 Februari mendatang.

Pasangan Yuda datang berdua hanya diantar oleh seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Perwakilan empat partai pendukung lainnya, seperti Partai Demokrat (PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bintang
Reformasi (PBR) tidak ikut mendampingi Yuda saat menyerahkan berkas.

“Kami hanya diusung dan diajukan menjadi pasangan Cabup-Cawabup dari PDIP saja. Jadi tidak ada koalisi dalam pencalonan Yuda ke KPU, namun tim kampanyenya dibentuk dari gabungan partai pengusung dan pendukung yang diketuai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sragen Bambang Samekto,” ujar Yuni sapaan akrab Kusdinar.

Dalam lampiran tim kampanye sebanyak 142 juru kampanye (Jurkam), tampak semua tokoh nasional dari PDIP, PD, PKB, PKS dan PBR bakal turun menjadi juru kampanye, seperti Megawati, Puang Maharani, Tjahjo Kumolo, Mangara Siahaan, Angelina Sondakh, Hidayat Nur Wahid, Anas Urbaningrum, Edie Baskoro Yudhoyono, Muhaimin Iskandar sampai tokoh berpengaruh di Soloraya, seperti Wakilkota Solo Joko Widodo (Jokowi) dan Bupati Sragen Untung Wiyono.

Darmawan sudah menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Selain itu Yuda menyerahkan rekening dana kampanye berisi Rp 200 juta. “Intinya kami kebersamaan tetap dijaga. Soal tidak ada koalisi dan hanya PDIP yang mengusung kami, semua partai bisa menerima dan legawa. Kemenangan Yuda ini bukan hanya memperjuangkan harga diri Yuda, tetapi juga perjuangan harga diri partai-partai besar,” tandas Yuni.

Sementara Ketua KPU Sragen, Agus Riwanto menyatakan lima pasangCabup-Cawabup sudah melengkapi berkas kekurangan mereka. Dia menegaskan hasilnya bagaimana kami belum mengetahui pasti, apakah mereka lolos semua atau tidak. “Kami akan mengumumkan penetapan calon peserta Pilkada pada 17 Februari dan nomor urut peserta Pilkada pada 18 Februari. Jika semua lolos semua, bisa jadi Pilkada Sragen terjadi dua putaran. Namun jika perolehan suara tidak merata, ya cukup hanya satu putaran,” paparnya.

trh

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…