Kamis, 3 Februari 2011 22:30 WIB Solo Share :

Mas Arel Kentingan Baru sindir Rudy

Solo (Espos)–Masyarakat Anti Relokasi (Mas Arel) Kentingan Baru, Jebres, menyatakan tidak tertarik dengan lahan relokasi di Randusari dan Sabrang Lor, Mojosongo, yang disediakan pemegang sertifikat tanah.

Mas Arel justru mendesak peserta relokasi segera angkat kaki dari Kentingan Baru. Sehingga jelas jumlah dan siapa saja penghuni lahan yang memilih bertahan. Pernyataan itu disampaikan Ketua Mas Arel Kentingan Baru, Sumarsono saat ditemui Espos di kediamannya Rabu (2/2). “Saya tidak akan seperti pengurus Paguyuban Bina Masyarakat yang berbalik ikut relokasi. Yang mau pindah silakan saja pindah,” tegasnya.

Dia juga menyindir sikap Wakil Walikota (Wawali) Solo, FX Hadi Rudyatmo. Menurut Sumarsono Wawali pernah berjanji membantu pembentukan kepengurusan rukun tetangga (RT)/ rukun warga (RW). Janji itu disampaikan sebelum Rudy menjabat sebagai orang nomor dua di Kota Bengawan. Namun kenyataannya saat ini Rudy justru memediatori penghuni Kentingan Baru yang ingin pindah. Bahkan Rudy tidak mau memikirkan bagaimana nasib atau kelanjutan penghuni yang bertahan.

Penuturan senada disampaikan Ketua Takmir Masjid Al Furqon Kentingan Baru, Ismail. Menurutnya jajaran takmir masjid sedang mengupayakan wakaf lahan yang digunakan untuk lokasi masjid. Namun takmir masjid belum mengetahui siapa pemilik tanah. Laki-laki berjenggot lurus itu mengungkapkan masjid sering digunakan untuk beribadah muslimin. Baik dari warga sekitar dan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Sehingga wakaf tanah masjid dinilai sebagai langkah bijak.

Sementara persiapan relokasi 170-an penghuni Kentingan Baru ke Randusari dan Sabrang Lor, Mojosongo terus dilakukan. Perataan harus dilakukan karena miring kendati tak curam. Berdasar pengamatan Espos lahan relokasi di Randusari berjarak 100 meter dari ringroad. Tim relokasi sedang melakukan pemetaan lahan yang akan disusul pengkavlingan. Mengenai penempatan peserta relokasi akan dilakukan dengan undian. Namun ada yang meragukan Ketua Paguyuban Bina Masyarakat, Wiwik Tri S mau tinggal di lahan relokasi.

kur

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…