Kamis, 3 Februari 2011 23:23 WIB Klaten Share :

Lahar dingin kembali penuhi Kali Woro

Klaten (Espos)--Hujan deras yang mengguyur selama semalam suntuk, Rabu-Kamis (2-3/2) kembali menyeret material dan pasir Merapi di Kali Woro. Akibatnya, sungai yang baru saja dinormalisasi tersebut kembali penuh dengan limpahan pasir Merapi.

Camat Manisrenggo, Gandung Wahyudi melaporkan bahwa pasir Merapi kini telah menimbun kembali dam Desa Sukorini, Manisrenggo. Meski demikian, banjir lahar dingin tersebut tak memakan korban jiwa. “Kondisi aman dan tak ada laporan korban jiwa. Namun, dam kembali tertimbun lahar dingin. Gorong-gorong juga mampet lagi,” katanya kepada Espos, Kamis (3/2).

Dia menjelaskan, banjir lahar dingin yang terjadi Rabu-Kamis (2-3/2) malam diakui lebih besar ketimbang pada Minggu (9/1) sebelumnya. Hal itu terlihat dari besaran material pasir dan batu yang memenuhi Kali Woro hingga ke Desa Joton, Jogonalan. “Dam Sukorini tertimbun lagi. Aliran air melompati jalan raya. Jadi, para penyeberang jembatan Sukorini harus ekstra hati-hati karena air melimpas ke jembatan,” terangnya.

Kondisi tersebut, praktis membuat jumlah para pencari pasir manual kembali menggeliat di aliran Kali Woro di dam Sukorini, Manisrenggo. Padahal, setelah dilakukan normalisasi dan pengerukan oleh warga kondisi Kali Woro sempat kembali normal dan bisa dialiri air. Namun, setelah diterjang banjir lahar dingin, aliran Kali Woro kembali sedatar jembatan dan melimpas di atas jembatan.

“Kalau tak dilakukan normalisasi sebelumnya, barangkali dam Sukorini sudah nggak kelihatan lagi. Sekarang warga malah senang, karena pasir melimpah tanpa membawa korban,” paparnya.

Atas kondisi tersebut, Gandung meminta warga agar tetap mewaspadai lahar dingin yang bisa saja datang sewaktu-waktu. Begitu pun bagi penyeberang jembatan Sukorini harap tetap berhati-hati terutama pada malam hari. “Jika hujan deras dan air melimpasi jembatan, lebih baik tak melewati jembatan agar tak terseret aliran,” paparnya.

Sebelumnya, dam Sukorini, Manisrenggo sempat menyeret warga yang tengah melintas di atas jembatan tersebut. Pasalnya, hujan deras semalaman membuat material dan pasir Merapi memenuhi Kali Woro hingga menerjang jembatan tersebut. Beruntung, warga yang terseret tersebut berhasil diselamatkan setelah bertahan di dalam gorong-gorong bawah jembatan selama 3 jam-an.

asa

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…