Kamis, 3 Februari 2011 20:26 WIB Sukoharjo Share :

Khairul, tunggu bantuan untuk operasi

Oleh: Oriza Vilosa

Perasaan khawatir merudung keluarga Khairul Nurohman, 3,5, warga Kuncen RT 5/RW III, Waru, Baki, Sukoharjo. Bocah kelahiran 27 Agustus 2007 itu, diketahui keluarganya memiliki kelainan pada alat kelamin, yaitu diduga berkelamin ganda.

“Baru-baru ini, kami curiga setelah pipis-nya merembas di bawah penisnya,” kata nenek Kharirul, yakni Siti Bariyah, 52, saat ditemui Espos di teras rumah, Kamis (3/2).

Keadaan itupun membuat resah ibu Khairul, Umi Barokah berserta suaminya, Slamet Wiyono yang bekerja sebagai buruh bangunan. Siti pun mengambil langkah dengan meminta pertimbangan kepada Kades setempat, Margono. “Kami diberi pengantar Jamkesda dan langsung kami periksakan Khairul,” jelas nenek yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pembuatan batu bata itu.

Namun, Siti menerangkan kondisi cucunya tak bisa ditangani oleh petugas Puskesmas setempat. Di hari yang sama, Kamis (20/1), Khairul pun dirujuk ke RSUD Sukoharjo. Tak berbeda jauh, tempat itu juga tak bisa membantu masalah Khairul. “Kata petugas RSUD Sukoharjo, tak ada dokter yang bisa menangani masalah Khairul. Kami sudah ke DKK dan katanya bantuan dana bisa diberikan setelah Khairul dirawat inap terlebih dulu. Tapi kami memikirkan bocahnya, pasalnya kondisinya juga sehat,” tambah Siti mendampingi Umi yang saat itu lebih banyak diam.

Keterangan yang didapatnya dari sejumlah isntansi itu, merujuk kelainan dalam diri Khairul hanya bisa ditangani di RS Moewardi, Solo. Siti pun berusaha mencari bantuan ke Dinsos Sukoharjo untuk menembus akses memeriksakan cucunya ke RS Moewardi. “DKK mengarahkan saya ke Dinsos, dan kami mendapat surat rekomendasi,” jelasnya.

Tak ada yang mengantar Siti. Dia hanya menaiki sepeda ontel bersama putri dan cucunya kemudian meneruskan perjalanan dengan bus umum. Surat rekomendasi yang dibawanya itu diterima RS Moewardi. Namun, dokter yang menangani sempat merujuknya untuk mengetes USG terhadap Khairul di salah satu laboratorium swasta di Solo. Di sana, Siti ditolak lantaran laboratorium itu berdalih tidak menjalin kerjasama dengan RS Moewardi.

Melihat itu, mereka pun kembali ke RS Moewardi untuk menemui dokter yang menangani Khairul. “Saya lupa nama dokternya. Tapi dokter sempat menyatakan 90% cucu saya laki-laki. Sabtu besok (5/2-red), kami diminta datang lagi untuk tes USG,” imbuhnya.

Dari keterangan yang diperoleh Siti, Khairul dipastikan harus menempuh operasi untuk mengatasi masalah kelaminnya itu. namun, Siti dan keluarga Slamet cemas harus memeroleh biaya dari mana untuk mengoperasikan Khairul. “Sebelum tes USG, kami diminta meminta rekomendasi lagi ke Dinsos. Kami berharap ada bantuan untuk Khairul,” asanya.

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…