Kamis, 3 Februari 2011 16:19 WIB Boyolali Share :

Diduga depresi, warga Blagung tewas gantung diri

Boyolali (Espos)–Warga di Dukuh Tanjungsari, Desa Blagung, Kecamatan Simo, Selasa (1/2) digegerkan dengan aksi nekat Paeran, 45, warga setempat. Paeran tewas gantung diri di kandang ternak miliknya sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Espos, Kamis (3/2), menyebutkan korban kali pertama ditemukan istrinya sendiri Sri Mulyatini menggantung dengan menggunakan tali plastik warna biru. Sementara, Camat Simo Totok Eko YP dalam laporannya ke Pemkab menyatakan sekitar pukul 20.00 WIB, korban masih bersama keluarganya di dalam rumah. Setelah itu, istri korban pergi ke rumah tetangganya untuk Yasinan bersama anaknya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, saksi bermaksud mengecek sapi di kandang. Namun saksi kaget mendapati suaminya sudah tewas gantung diri. “Muspika dan tim medis Puskesmas Simo yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian,” ujar Totok.

Ditambahkannya, dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Diduga, jelas Totok, korban mengalami depresi. Pasalnya, sebelum kejadian korban sering menyendiri dan takut saat berada di rumah.

fid

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…