Rabu, 2 Februari 2011 16:00 WIB Issue Share :

Hukuman pembunuh Alda Risma dipotong tujuh tahun

Jakarta–Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) pembunuh artis Alda Risma, Ferry Surya Perkasa. Alhasil, Ferry yang sebelumnya diganjar 15 tahun penjara, MA memutus Ferry cukup diganjar delapan tahun saja atau tujuh tahun lebih ringan dari putusan sebelumnya.

“Mengabulkan permohonan PK. Menghukum terpidana dengan penjara selama delapan tahun,” bunyi putusan PK yang di dapat wartawan dari MA, Rabu, (2/2).

Majelis hakim agung yang diketuai oleh Mansur Kartayasa dan dianggotai oleh Imam Haryadi dan Zahrudin Utama berkeyakinan jika putusan sebelumnya salah menerapkan hukum. Dalam putusan PN Jakarta Timur, Ferry dikenai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Namun, berdasarkan fakta ternyata ditubuh Alda telah banyak ditemukan bekas suntik lama.

“Juga ada bekas luka yaitu bekas suntikan warna kecoklatan dan bekas suntikan baru. Dari fakta yang ditemukan dari hasil visum dan keterangan saksi ahli¬† ini menunjukan, korban sudah sering menggunakan psikotropika,” tambah bunyi putusan.

Selain itu, hubungan korban dengan Ferry juga menjadikan pertimbangan hakim. Hakim menilai, hubungan yang lama tersebut menjadikan pembunuhan tersebut dianggap sebagai bukan kesengajaan.

“Maka, kematian korban karena keracunan psikotropika yang sering dilakukan. Mereka bersama-sama di hotel lantas korban dalam keadaan sadar meminta disuntik. Namun demikian bahwa apa yang dilakukan oleh korban bersama kawannyaa ini telah mewujudkan akibat kematian korban. Majelis melihat bahwa semestinya, terdakwa patut menduga dengan menyuntik berkali- kali dengan zat psikotropika akan menimbulkan meninggal,” tandasnya.

Selain itu, MA berkeyakinan Ferry membunuhnya berupa turut serta bersama- sama yang lain. Bukan bekerja sendiri melakukan pembunuhan. Dalam putusan ini, satu hakim agung Imam Haryadi memiliki pendapat yang berbeda.

“Mejelis melihat bahwa terdakwa tidak bisa dianggap sebagai orang yang melakukan sendiri. Namun bersama- sama, maka terkena turut serta,” tambah putusan tersebut.

Alda Risma Elfariani ditemukan tewas pada 13 Desember 2006 di kamar 432 Hotel Grand Menteng Jakarta Pusat. Pelantun lagu Aku Tak Biasa itu tewas over dosis akibat penggunaan obat-obatan terlarang. Di sekujur tubuh penyanyi asal Bogor, Jawa Barat tersebut ditemukan 25 titik bekas suntikan.

Ferry dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya tersebut. Ia divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur 15 tahun penjara pada 9 Agustus 2007.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…