Rabu, 2 Februari 2011 09:14 WIB Ekonomi Share :

Harga minyak kokoh di US$ 100

New York–Harga minyak mentah dunia belum turun mau turun dari level US$ 100 per barel. Kerusuhan di Mesir yang belum juga ada tanda-tanda mereda membuat para pialang semakin semangat untuk meningkatkan risiko premium atas harga minyak.

Pada perdagangan, Selasa (1/2), minyak Brent North Sea pengiriman Maret sempat melonjak hingga US$ 102,08 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak September 2008, ketika Lehman Brothers bangkrut. Minyak Brent akhirnya ditutup naik 73 sen ke level US$ 101,74.

Sementara WTI light sweet pengiriman Maret turun 1,42 dolar ke level US$ 90,77 per barel.

Investor masih terus mencermati kondisi di Mesir, yang merupakan lokasi penting Terusan Suez tempat aliran sekitar 2,4 juta barel minyak per hari atau setara dengna produksi di Irak dan Brasil.

“Para pialang terus memberikan harga atas kemungkinan meningkatnya protes di sekitar Timur Tengah. sejauh ini sepanjang aksi demonstrasi berlanjut, harga minyak akan tetap naik,” ujar Simon Denham, analis dari Capital Spreads seperti dikutip dari AFP, Rabu (2/2).

“Minyak Brent akhirnya menembus level US$ 100 dan duduk dengan senang di atas lecel tersebut saat ini. Para pialang perlu untuk waspada karena harga komoditas dapat berbalik secara agresit setelah mereka naik,” tambahnya.

Aksi demonstrasi jutaan orang anti pemerintah Mesir masih terus berlangsung hingga Selasa kemarin. Investor khawatir kerusuhan serupa akan menyebar, padahal Mesir merupakan jalur penting untuk aliran minyak yang diproduksi di Timur Tengah.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…