Rabu, 2 Februari 2011 10:20 WIB Sragen Share :

150 KK di Giriroto kekurangan air bersih

150 KK di Giriroto kekurangan air bersih

Sragen (Espos)–Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Giriroto, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen kekurangan air bersih. Warga memenuhi kebutuhan air dari sumur gali dengan kedalaman yang tidak terjangkau timba dan digunakan secara berkelompok.

Warga dusun setempat RT 1, Umi Kulsum, 41, saat dijumpai Espos di rumahnya, Selasa (1/2), mengatakan sangat sulit mendapatkan air bersih di dusun itu. Selama ini warga mengandalkan air bersih dari sumur gali yang debit airnya sangat terbatas. Itupun sumur yang kedalamannya mencapai 30 meter dan digunakan warga secara berkelompok, yakni satu sumur dimanfaatkan oleh empat KK hingga enam KK.

Pasalnya, tidak semua sumur yang telah dibuat setiap warga mampu mengeluarkan air, karena sumber air di dusun itu hanya berada di lokasi tertentu. “Untuk mendapatkan air bersih susahnya bukan main. Tidak semua sumur ada airnya. Di sini air bagaikan emas, sangat berharga,” ujarnya.

Ia mengaku enggan untuk membuat sumur pribadi. Pasalnya, potensi mendapatkan sumber air di dusun itu sangat kecil. Sudah banyak warga yang kecewa karena gagal mendapatkan sumber air, padahal sudah menggali sumur dengan kedalaman mencapai 25 meter. “Tidak sedikit warga yang rugi akibat gagal membuat sumur gali,” urainya.

Untuk memenuhi kebutuhan airnya, keluarganya mengambil air dari sumur milik salah satu sekolahan di sekitar rumahnya. Ia harus  mengambil air menggunakan jeriken setiap hari. Ia lebih lanjut menyampaikan, kondisi tersebut akan lebih sulit apabila pada musim kemarau. Dapat dipastikan sumur yang biasanya mampu mengakomodasi kebutuhan air warga, kering.

Warga harus mengambil air dari Dusun Jantran, Girimargo, yang jaraknya mencapai 500 meter. Senada disampaikan warga lain, Partinem, 53. Ia harus rela berbagi air bersih dari sumur miliknya dengan tujuh KK sekitar rumahnya. Karena, lanjutnya, komplek sekitar rumahnya memang hanya ada satu sumur dengan kedalaman mencapai 26 meter. Dengan kedalaman itu ia harus menggunakan dua unit mesin pompa air agar dapat mengambil air.

Hal itu dilakukan karena sumur tidak terjangkau timba. Agar dapat dimanfaatkan, warga membuat tandon air di atas sumur. Selanjutnya, air disalurkan ke rumah warga melalui pipa kecil yang dihubungkan dengan pompa air di masing-masing rumah warga.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Girimargo, Iwan Ahmad Fajar, menuturkan sesungguhnya kebutuhan air bersih di Desa Girimargo sudah terakomodasi oleh Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sejak tahun 2008 lalu. Namun, selama ini Pamsimas hanya mampu memenuhi kebutuhan air untuk 295 KK di wilayah Girimargo bagian utara, yakni di Dusun Precet, Girikota, Selogono, Seneng, Losari dan Sambikerep.

Sedangkan, sebanyak 150 KK di Dusun Giriroto yang berada di wilayah bagian selatan belum terpenuhi maksimal. Oleh karena itu, pihaknya telah mengajukan usulan pengadaan Pamsimas ke Pemkab Sragen sejak tahun 2009 lalu. Saat ini pihaknya menuggu realisasi. Ia berharap Pemkab menyetujui usulan itu agar kebutuhan air di Giririto terpenuhi.

m93

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…