Selasa, 1 Februari 2011 19:48 WIB News Share :

Komisi III DPR dinilai tidak paham hukum??

Jakarta– Sikap Komisi III DPR yang diperlihatkan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (31/1), membuktikan bahwa anggota DPR tidak memiliki etika dan terkesan tidak mengerti hukum.

Seharusnya, rapat tersebut menjadi kesempatan bagi Komisi III untuk mengorek alasan KPK menangkap 19 politisi Senayan yang diduga terlibat dalam kasus suap cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom pada 2004.

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Umum People Aspiration Center (Peace) Habib Ahmad Shahab kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (1/2).

Ia mengatakan itu menanggapi sikap Komisi III yang menolak kehadiran dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah karena dianggap masih berstatus tersangka, meski Kejaksaan Agung telah mengeluarkan Deponeering (mengenyampingkan perkara demi kepentingan umum) terhadap Bibit-Chandra.

“Saya sangat menyayangkan sikap anggota DPR seperti itu. Padahal seharusnya Komisi III bisa memanfaatkan forum itu untuk mengorek penjelasan KPK soal alasan lembaga itu menangkap dan 19 politisi itu,” ujar Shahab.

Menurut dia, kasus dugaan suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI itu, muncul berdasarkan pengakuan dari Agus Condro, anggota DPR dari Fraksi PDIP. Jadi, penangkapan 19 politisi itu, semakin memperkuat dugaan bahwa anggota DPR menerima suap dalam kasus tersebut.

“Ini adalah momen tepat bagi DPR untuk mengembalikan citra di mata masyarakat. Jadi, kalau sikap seperti itu terus dilakukan oleh anggota DPR, masyarakat akan semakin tidak percaya. Kasihan anggota DPR yang benar-benar bekerja, citranya terbawa oleh segelintir anggota dewan,” ujarnya. Metrotvnews.com

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…