Selasa, 1 Februari 2011 13:32 WIB Ekonomi Share :

Harga tembus Rp 8.000, Pertamax ditinggalkan konsumen

Jakarta–Terus naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax dan pertamax plus membuat masyarakat enggan untuk mengkonsumsi kedua BBM itu. Pertamax yang kini harganya mencapai Rp 8.050 per liter bakal ditinggalkan masyarakat dan beralih ke premium sebesar Rp 4.850 per liter.

Hal ini disampaikan oleh  Direktur Eksekutif RefoMiner Institute Pri Agung Rakhmanto, Selasa (1/2). “Pasti (beralih ke premium). Tapi seberapa banyak belum bisa ditentukan sekarang,” jelas Pri Agung.

Pri Agung juga mengatakan, semakin tingginya harga pertamax saat ini akan membuat kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi mulai April 2011 tak berjalan lancar.

“Semakin tinggi harga pertamax, semakin besar disparitas dengan harga premium, semakin terbuka peluang maraknya pasar gelap BBM dan distorsi yang lainnya, semakin tidak efektif pembatasan BBM,” tuturnya.

Seperti diketahui, mulai hari ini Pertamina menaikkan harga Pertamax Cs akibat tingginya harga minyak dunia. Di Jakarta, harga Pertamax Cs naik dari Rp 200-350 per liter, harga Pertamax Rp 8.050 per liter, sementara pertamax plus Rp 8.450 per liter.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…