Senin, 31 Januari 2011 00:06 WIB Solo Share :

Sertifikasi lahan relokasi Kentingan Baru molor

Jebres (Espos) — Proses sertifikasi lahan relokasi bantaran Sungai Bengawan Solo di Desa Ngringo, Jaten, Karanganyra, bagi penghuni tanah Kentingan Baru, Jebres, Solo kembali molor dari jadwal.

Pihak pemegang sertifikat tanah berencana menyerahkan sertifikat tanah itu bersamaan sertifikat lahan relokasi di Randusari dan Sabrang Lor, Kelurahan Mojosongo, pertengahan tahun ini. Jumlah peserta relokasi di Ngringo, Jaten sekitar 33 kepala keluarga (KK).

Pernyataan itu disampaikan wakil pemegang sertifikat tanah, Priyono kepada Espos Minggu (30/1). “Memang sertifikat untuk relokasi Palur belum jadi, kami akan serahkan sertifikat bareng peserta relokasi di Mojosongo,” katanya.

Dia optimistis sertifikat tanah relokasi di Mojosongo bakal jadi sekitar bulan Juni. Saat ini lahan relokasi sudah diratakan dan diukur ulang, tinggal pemetaan dan pengkavlingan. Proses selanjutnya pengundian penempatan lahan dan pengajuan sertifikasi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo. Mengenai lahan relokasi di Mojosongo Priyono mengungkapkan baru menyediakan tanah di Randusari.

Lahan di Sabrang Lor belum dibeli pemegang sertifikat tanah. Namun Priyono optimis lahan itu dalam waktu dekat sudah siap menjadi lahan relokasi. Mengenai waktu kepindahan, menurutnya tak harus setelah ada sertifikat tanah. “Sesuai rapat mediasi waktu kepindahan disepakati setelah ada sertifikat tanah. Tapi saat ini banyak yang sudah ingin pindah. Bila memang mereka ingin pindah ya silakan saja,” papar dia.

Pada bagian lain Kasi Penyelesaian Sengketa Tanah BPN, Radiyanto menjelaskan sertifikasi tanah Kentingan Baru bisa selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan. BPN sendiri masih menunggu pengajuan sertifikasi tanah relokasi di Mojosongo. Dia menilai perlunya pembicaraan lebih detail mengenai hal itu dengan wakil pemegang sertifikat tanah Kentingan Baru dan Camat Jebres, Anggoro Hexa.kur

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…