Senin, 31 Januari 2011 11:16 WIB News Share :

Refly pertanyakan sikap reaktif Bupati Simalungun

Jakarta–Refly Harun menilai ada sesuatu di balik sikap reaktif Bupati Simalungun JR Saragih mengenai dugaan suap di MK. Refly juga mempertanyakan sikap Saragih yang tidak konsisten.

“Kalau orang reaktif seperti itu kan kelihatan ada apa. Bisa pakai teori kepentinganlah untuk melihat itu,” kata Refly di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/1).

“Kepentingannya apa sih kalau saya berbohong? Tapi kalau dia kan jelas kalau kepentingannya dia sebagai Bupati saat ini,” lanjut dia.

Refly menegaskan pernyataan Saragih yang tidak konsisten. Awalnya, kata Refly, Saragih membantah habis-habisan mengenai pertemuan di Pondok Indah. Namun beberapa waktu berselang Saragih mengakui pertemuan itu. Tetapi ia membantah mengenai adanya percakapan terkait pemberian uang kepada hakim konstitusi Akil Mochtar.

“Keterangan dia berubah-ubah mulai dari membantah pertemuan. Sampai akhirnya yang sekarang ini,” ujarnya.

Saragih menyebut pernyataan Refly bohong saat diperiksa di KPK maupun di depan majelis kehormatan di MK.

“Kita sudah diperiksa semua. Yang dikatakan itu bohong semua. Ya dia mengatakan ‘saya ini kan menuliskan tulisan saya, ini kan rahasia, tapi MK yang buka.’ Itu saja selalu jawaban dia,” papar Saragih saat dimintai keterangan di Gedung MK, Selasa (25/1) malam.

Saragih juga kembali menegaskan, pernyataan Refly tentang dirinya yang akan menyetorkan duit sebesar Rp 1 miliar kepada hakim Akil Mohctar, hanya isapan jempol belaka. Menurut Saragih penyataan Refly tersebut tidak logis.

“Tidak ada. Kalau memang ada Rp 1 miliar itu pasti ya sudah saya bayar, kenapa harus pakai cek,” kata Saragih.

Saragih mengatakan tidak ada satu pun pernyataan Refly yang sesuai dengan kenyataan. “Berbeda semua,” tandasnya.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…