Senin, 31 Januari 2011 18:51 WIB Sukoharjo Share :

Puuhan hektare sawah di Ngasinan tanam ulang

Sukoharjo (Espos)–Petani di Desa Ngasinan, Bulu, Sukoharjo, terpaksa melakukan penanaman ulang di areal persawahan setempat dengan luasan mencapai puluhan hektare setelah tanaman tidak bisa diselamatkan dari serangan hama.

Salah seorang petani Dukuh Dung Bathang Desa Ngasinan, Sumadi, 70, menyebutkan kegiatan tanam ulang dilakukan karena tanaman yang menginjak usia 60-hari mati mengering. Namun menurutnya ada sebagian petani yang membiarkan lahan mereka terbengkalai karena tak memiliki cadangan modal lagi.

“Petani nekat (menanam ulang) dengan harapan masih bisa menikmati panen. Pasalnya memang hanya ini yang kami andalkan untuk bertahan hidup,” ungkapnya ditemui Espos Dung Bathang, Senin (31/1).  Sumadi mengaku memiliki empat petak sawah dengan luas mencapai 1,2 hektare. Namun dari areal itu, saat ini hanya sekitar 1.500 m2 lahan saja yang ditanami ulang. Sisanya satu hektare lebih dibiarkan bera.

Petani lain di Dukuh Sidomulyo, Paikem, 50, menyatakan hal serupa. Dia mengaku hanya bisa menanam ulang di satu dari dua petak sawah yang dimiliki karena faktor keterbatasan modal. “Satu pathok (petak) saja habis Rp 500.000 lebih untuk beli benih. Belum yang lainnya,” keluhnya secara terpisah. Sementara itu Kepala Desa (Kades) Ngasinan, Ibnu Wiyatno, mengatakan dari total areal pertanian di desa setempat seluas 110 hektare, sekitar 80% di antaranya mengalami kerusakan dan harus ditanami ulang agar tetap bisa panen.

“Sangat memrihatinkan . Sejak dua musim tanam sebelumnya petani Ngasinan tak bisa panen, sekarang tanaman kembali rusak dan mereka har   us mengeluarkan biaya tambahan cukup besar untuk penanaman ulang. Secara ekonomi kondisi ini sangat merugikan dan melemahkan daya beli para petani,” tandasnya. “Semua sudah dicoba, tapi tidak efektif. Hama penyakit justru seperti kian tak terkendali.”

try

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…