Senin, 31 Januari 2011 13:53 WIB Pendidikan Share :

Praja IPDN tewas, keluarga tolak jenazah divisum

Bandung--Yakin dengan penyebab kematian Rinra Sujiwa Syahrul Putra karena sakit lambung. Pihak keluarga Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menolak jenazah Praja IPDN tingkat tiga itu divisum.

“Kami tidak memenuhi permintaan Kapolres (Kapolres Sumedang AKBP Nurullah-red) untuk divisum, karena tidak ada hal-hal untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar perwakilan keluarga, Andi Darussalam Tabussala kepada wartawan di AMC Hospital Cileunyi, Jalan Raya Cileunyi, SeninĀ  (31/1).

Andi menegaskan pihak keluarga memastikan kematian Rinra wajar. Menurutnya pada Kamis (20/1), Rinra sudah mengeluhkan sakit. Lalu ayahnya yang tiada lain Gubernur Sulsel meminta izin ke IPDN untuk membawa Rinra berobat di Makasar.

Selanjutnya pada Sabtu (22/1), lanjut Andi, Rinra kembali ke IPDN diantarkan ayahnya. Rinra pun kembali tinggal di asrama. “Sabtu malam almarhum sakit lagi. Kadang-kadang ada kram di perutnya,” jelasnya.

Sakit itu berlanjut pada Minggu (30/1) malam. “Rinda sempat mual dan minta dipijit,” kata dia. Kemudian Rinra dibawa ke RS. Namun Andi tak menjelaskan jam berapa Rinra tiba di RS.

“Tidak ada yang bisa dilakukan oleh pihak rumah sakit ataupun dari pihak IPDN, karena ponakan saya sudah meninggal,” ujar Andi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…