Ilustrasi peternakan sapi (Dokumen)
Senin, 31 Januari 2011 23:20 WIB Boyolali Share :

Pascabencana, produksi susu Boyolali mulai pulih

Boyolali

Boyolali (Espos)–Produksi susu segar di Kabupaten Boyolali mulai pulih, setelah bencana erupsi Gunung Merapi. Saat ini produksi susu segar sekitar 125.000 liter/hari.

“Setelah kami lakukan pengecekan ke sejumlah peternak dan sejumlah koperasi, termasuk Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), produksi susu mulai pulih,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali drh Dwi Priyatmoko kepada wartawan di Boyolali, Senin (31/1).

Dwi menjelaskan saat terjadi erupsi Merapi, produksi susu menurun hingga lebih dari 10 persen. Pasalnya, para peternak sebagian besar mengungsi dan tidak sempat memerah susu. Namun, jelasnya, setelah kondisi mulai aman, para peternak mulai beraktivitas. Selain itu, jelas Dwi, meski ada sapi yang mati, juga tidak berpengaruh terhadap produksi susu. “Ternyata sebagian besar hewan ternak yang mati itu sapi jantan dan sapi yang belum memproduksi susu,” tambah dia.

Meski produksi susu sudah mulai pulih, namun hal itu tidak ditunjang dengan perbaikan kualitas. Saat ini, menurut Dwi, harga susu sapi segar di tingkat peternak berkisar Rp 2.500/liter. Padahal di Jatim harga susu di tingkat peternak sudah mencapai Rp 3.500/liter-Rp 4.000/liter.

“Ada berbagai faktor yang memengaruhi kualitas susu. Antara lain panjangnya rantai penyerahan susu hingga ke industri pengolahan susu (IPS). Hal ini juga ditambah belum tersedianya unit pendinginan yang memadai,” papar dia.

Faktor lain, jelas Dwi, rendahnya kualitas pakan juga menjadi penyebab rendahnya kualitas susu. Sebagai upaya mendongkrak harga susu, Disnakan telah mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan tersebut. “Anggaran yang kami ajukan Rp 460 juta. Dana itu antara lain untuk paket ternak dan obat-obatan. Selain itu, juga untuk pengadaan pakan dedaunan,” pungkasnya.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…