Senin, 31 Januari 2011 10:32 WIB Ekonomi Share :

Harga minyak terus merayap naik

Singapura--Harga minyak mentah dunia terus merayap naik, merespons kondisi di Mesir yang dikhawatirkan bisa mengganggu suplai minyak yang melewati Terusan Suez.

Pada awal perdagangan, Senin (31/1) di pasar Asia, minyak light sweet pengiriman Maret naik 37 sen ke level US$ 89,71 per barel. Sementara minyak Brent juga naik 18 sen menjadi US$ 99,60 per barel.

“Naiknya harga minyak merefleksikan berlanjutnya tensi di Mesir dan kemungkinan adanya gangguan (suplai) dari aliran yang melewati Terusan Suez,” ujar Ben Westmore, ekonom mineral dan energi dari National Australia Bank seperti dikutip dari AFP.

Sementara Tom Bentz, analis dari BNP Paribas mengatakan, sekitar 1 juta barel minyak per hari tercatat melewati Terusan Suez.

“Ada semacam kegugupan seputar suplai dan itu dapat memberikan dampak lebih besar ke Eropa ketimbang Amerika,” ujarnya.

Seperti diketahui, demonstrasi di Mesir telah berlangsung selama 7 hari dan sudah menewaskan lebih dari 100 orang.Demonstran masih menguasai jalanan di Kota Kairo. Demonstran juga mencorat-coret kendaraan tentara dengan tulisan ‘Tidak untuk Mubarak’. Tentara Mesir terlihat tidak bereaksi terhadap tulisan itu. Sementara itu banyak pom bensin kehabisan stok. Kendaraan di sana kesulitan BBM. Banyak bank dan ATM pun tutup. Umumnya para perusuh telah masuk dan merusak bank dan ATM tersebut.

Investor khawatir demonstrasi serupa, yang sebelumnya telah menyentuh Tunisia, Yaman dan Yordania, dapat menyebar ke negara-negara lain di Timur Tengah.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…