Senin, 31 Januari 2011 16:45 WIB Karanganyar Share :

Giriwondo jadi desa ODF

Karanganyar (Espos)–Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar dideklarasikan sebagai salah satu desa Open Defication Free (ODF) atau desa yang warganya sudah tidak buang air besar (BAB) sembarangan.

“Saat ini sudah dibangun sejumlah fasilitas kebersihan seperti toilet, bak air, sanitasi sekolah dan sejumlah jaringan pipa melalui program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat-red),” ujar koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Argo Warih Giriwondo, Sukatno, saat deklarasi desa ODF di Balaidesa Giriwondo, Senin (31/1).

Pembangunan sejumlah fasilitas itu menggunakan dana dari APBN senilai Rp 192.500.000 dan APBD senilai Rp 27.500.000. Ada pula dana secara mandiri dari masyarakat setempat senilai Rp 46.137.000. Total semuanya menelan dana senilai Rp 279.800.000.

Menurut Sukatno, saat ini ada 98 konsumen atau pelanggan yang memakai fasilitas itu. Meskipun antara fasilitas sumur dan jumlah pelanggan sudah memadai, namun tidak semua warga bisa mendapatkan air bersih. Kendalanya yakni kekurangan pipa air untuk mengalirkan ke sejumlah rumah warga.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR yang juga meresmikan Desa Giriwondo sebagai desa ODF mengatakan, ke depan, semua warga harus mendapatkan air bersih.  Untuk lebih mengembangkan lagi Pamsimas di Desa Giriwondo, Pemkab menjanjikan bantuan dana senilai Rp 15 juta.

fas

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…