Minggu, 30 Januari 2011 20:35 WIB Wonogiri Share :

Tiada hari tanpa kecelakaan, pohon pisang pun dijadikan peringatan

Foto: Espos/Suharsih

Mobil berwarna putih itu harus berjalan pelan saat melewati jalan penghubung Jateng-Jatim menjelang perbatasan Wonogiri dan Pacitan. Lalu lintas, Minggu (30/1) pagi menjelang siang itu tidak terlalu ramai. Tapi permukaan jalan sangat rusak, aspalnya sudah mengelupas dan ada banyak lubang di sana-sini.

Tepat di Dusun Klampisan, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, tiga batang pohon pisang berdiri berjajar di tengah jalan. Pohon pisang itu ditanam bukan sebagai median jalan ataupun untuk jalur hijau, melainkan untuk menutupi lubang, memperingatkan pengendara agar berhati-hati, sekaligus wujud kekesalan warga karena jalan itu tak kunjung diperbaiki.

“Saya bersama sejumlah tetangga sengaja menanam pohon pisang itu di tengah jalan karena sudah tidak tahan setiap hari harus menyaksikan orang jatuh dari sepeda motor. Pernah empat hari berturut-turut terjadi kecelakaan. Terakhir, Kamis (27/1) lalu, dalam sehari ada tiga kecelakaan,” ungkap salah seorang warga setempat, Sunarno, 40, saat ditemui wartawan di rumahnya yang terletak di tepi jalan itu, Minggu.

Saking banyaknya peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalan itu, salah seorang warga lainnya, Heru, bahkan mengaku selalu siap sedia obat merah (antibiotik), sehingga bisa langsung memberikan pertolongan pertama pada korban. Heru mengatakan sering sekali kecelakaan terjadi tepat di depan rumahnya.

Warga lainnya, Marmi, bahkan mengaku pernah melihat seseorang terpental dari bak truk penuh bermuatan bambu. Roda truk tersebut terperosok lubang, mengakibatkan truk oleng dan penumpang di atasnya yang tidak sempat berpegangan terjatuh ke jalanan. “Untungnya orang itu tidak terluka parah. Saya heran, wilayah ini jaraknya hanya 16 km dari Pacitan dan di sana jalannya bagus-bagus. Tapi di sini selalu rusak,” katanya.

Pantauan Espos, jalan penghubung tersebut sudah rusak mulai dari Purwantoro terus sampai ke perbatasan dengan Jatim di Kismantoro. Anggota DPRD asal Kismantoro, Dangi Darmanto  mengatakan kerusakan jalan itu terjadi sepanjang kurang lebih 12 km.

“Di sepanjang jalan itu banyak sekali bagian yang aspalnya sudah pecah-pecah, banyak lubang dan bergelombang. Mungkin karena tanahnya labil, curah hujan tinggi, atau mungkin juga kualitas pemeliharaannya yang kurang bagus,” katanya.

Menurut Dangi, jalan tersebut merupakan jalur penting di sektor timur karena langsung menghubungkan Wonogiri ke Pacitan melalui Jeruk, Pakisbaru. Dangi mengatakan sungguh ironis karena Pacitan merupakan daerah asal Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Jateng wilayah Surakarta, Edy Gunawan belum bisa dihubungi untuk mengkonfirmasi mengenai upaya perbaikan jalan provinsi di sektor timur Wonogiri itu.  Suharsih

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…