taxi
Minggu, 30 Januari 2011 20:50 WIB Solo Share :

Soal parkir di Balapan
Pekan ini, Dishub undang pengemudi taksi

Solo (Espos) — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo akan mengundang perwakilan semua taksi argo, taksi pelat hitam (omprengan), pengelola Stasiun KA Balapan serta pengelola parkir untuk membicarakan permasalahan parkir di Stasiun KA Balapan.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Sri Baskoro, mengatakan tidak ada pembedaan dalam fasilitas transportasi untuk masyarakat. “Konsumen berhak memilih transportasi mana yang ingin mereka gunakan. Pekan depan (pekan ini-<I>red<I>) kami akan memfasilitasi pembicaraan antarpihak agar tidak ada perselisihan,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/1).

Menurut Baskoro, taksi pelat hitam atau <I>omprengan<I> berawal sekitar 30 tahun lalu saat belum ada trayek angkutan umum. Ketika itu belum ada taksi argo atau taksi pelat kuning. Saat itu <I>omprengan<I> sangat diperlukan oleh masyarakat, walaupun mereka tidak memiliki izin operasi.

Jika <I>omprengan<I> dihilangkan seketika, lanjut dia, akan menjadi masalah sosial karena mereka telah berjasa sebagai perintis angkutan umum sebelum ada trayek angkutan pelat kuning.

“Sebenarnya, taksi argo dan taksi pelat hitam memiliki konsumen sendiri-sendiri. Taksi argo menyasar penumpang perorangan. Sedangkan taksi pelat hitam diperlukan konsumen yang membawa banyak barang atau mengantarkan pedumpang ke kawasan perdesaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dishub pernah memfasilitasi pembicaraan dengan pengelola Stasiun KA Balapan, tetapi yang disepakati kala itu hanya dua unit taksi pelat kuning yang diperbolehkan masuk ke halaman Stasiun KA Balapan. Taksi argo tersebut hanya menurunkan dan menjemput penumpang yang sudah memesan, mereka tidak boleh <I>ngetem<I>.

Ia berharap dengan pertemuan dan pembicaraan antara pengelola dan awak taksi pelat hitam dan taksi argo, mereka bisa berdampingan di area Stasiun KA Balapan. Minimal ada satu perwakilan taksi argo dari setiap perusahaan taksi di Kota Solo yang bisa masuk ke halaman Stasiun KA Balapan.

Baskoro menambahkan, lambat laun <I>omprengan<I> juga akan hilang dengan sendirinya karena berbagai faktor. Uumur kendaraan yang semakin tua, pencabutan subsidi BBM untuk kendaraan pelat hitam serta tingkat keterisian penumpang yang semakin berkurang akan menjadi mekanisme alami mengurangi <I>omprengan<I>.

“Dalam pembicaraan antarpihak itu kami mengimbau agar taksi argo yang parkir di depan Stasiun KA Balapan tidak menghambat lalu lintas di kawasan itu,” pungkasnya.m91

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…