Minggu, 30 Januari 2011 20:40 WIB Klaten Share :

Pembangunan selter untuk pengungsi Merapi di Klaten tak kunjung rampung

Pembangunan selter. Foto: Dokumentasi

Klaten (Espos) — Pembangunan selter bagi para pengungsi letusan Merapi di Kabupaten Klaten semakin tak jelas kapan bakal rampung. Satlak Penanganan Bencana Pemkab setempat tak mampu berbuat banyak untuk mendesak proyek dipercepat lantaran hal itu merupakan wewenang Dinas Cipta Karya Provinsi Jateng.

Koordinator Penanganan Pengungsi Satlak PB Pemkab Klaten, Joko Rukminto saat dihubungi Espos, Minggu (30/1), mengatakan berdasarkan pantauan terakhir, pembangunan selter di Bumi Perkemahan Kepurun masih menyisakan belasan unit selter yang belum rampung dikerjakan. “Kami tak bisa ngopyak-opyak supaya cepat diselesaikan. Yang kami bisa hanya mengimbau,” jelasnya.

Menurutnya, sudah sekitar dua bulan selter dikerjakan tapi sampai kini belum jelas kapan bisa ditempati pengungsi. Diungkapkan Joko, selama selter belum jadi, pengungsi letusan Merapi warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang menjadi tanggungan Satlak. Saat ini, 570 pengungsi ditempatkan di dua lokasi, yakni di Bumi Perkemahan Kepurun serta gedung serbaguna Desa Ngemplakseneng, Manisrenggo.

Dia menambahkan dana yang ada di Satlak masih cukup untuk menangani pengungsi selama beberapa pekan ke depan. Meski demikian, pihaknya berharap selter segera rampung. Menurut rencana, pengungsi dipindahkan ke selter secara bersama-sama supaya tak timbul kecemburuan satu dengan yang lain. Sedangkan penempatan selter dilakukan dengan sistem undian sehingga diharapkan tak terjadi rebutan.

Kadus I Desa Balerante, Jainu, mengatakan sembari menunggu selter jadi, warga malah sudah membangun gubuk di dekat puing-puing rumah mereka yang tersapu awan panas. “Kalau pagi sampai sore warga pulang ke rumah mengurusi sapi dan kalau sudah malam pulang ke pengungsian,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, sejumlah warga sudah berani menginap di gubuk sederhana yang mereka bangun bersama para relawan.

Menurut informasi, lanjutnya, selter akan jadi dalam sepekan ke depan sehingga pengungsi mulai bersiap-siap menempatinya. Menurutnya warga yang menempati kompleks Bumi Perkemahan Kepurun bisa memantau langsung jalannya pembangunan selter. Sejauh ini, papar Jainu, kebutuhan warga tercukupi di pengungsian termasuk logistik dan kesehatan. “Kami bersabar menunggu selter jadi,” pungkasnya. rei

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…