Minggu, 30 Januari 2011 11:03 WIB News Share :

ICW
Awas serangan balik poolitisi ke KPK

Jakarta — Penahanan 19 politisi karena diduga menerima suap terkait kasus dugaan suap pemilihan DGS BI Miranda S Goeltom pada 2004 lalu, dinilai akan memberikan efek. Bahkan KPK diingatkan akan adanya gelombang serangan balik terhadap institusi pemberantas korupsi itu.

“Waspadai aksi serangan balik politisi busuk ke KPK,” kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho di Jakarta, Minggu (31/1).

Emerson sudah mempetakan strategi yang akan dilakukan sejumlah politisi. Tujuan akhirnya yakni mencoreng kredibilitas KPK.

“Mereka akan mengutak-atik deponeering Bibit-Chandra, sehingga akan lemahkan legitimasi KPK,” terangnya.

Lebih lanjut, Emerson menjelaskan, para politisi Senayan juga akan melakukan langkah memangkas anggaran KPK, hingga lembaga itu memiliki sumber dana yang terbatas.

“Juga dalam kewenangan regulasi, KPK nanti hanya akan memiliki kewenangan pencegahan dan penyelidikan saja. Pada 2011 ini RUU Tipikor masuk dalam prolegnas,” jelasnya.

Dia juga mewanti-wanti, akan dimunculkan wacana kalau KPK melakukan tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. “Wacana itu akan dibangun ke publik, dan KPK dicap sebagai lembaga yang tebang pilih, dan tidak independen,” tutupnya. detikcom

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…