Minggu, 30 Januari 2011 18:13 WIB News Share :

Crop Circle giliran muncul di persawahan wilayah Magelang

Crop circle di Sleman. Sumber foto: arsipberita.com

Jakarta – Fenomena crop circle kembali muncul. Kal ini giliran wilayah persawahan di Magelang yang jadi sasaran. Penduduk di Dusun Kumbangan, Desa Banyusari, Tegalrejo menemukan pola crop circle, mirip seperti di Sleman. Namun bentuknya lebih kecil.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (30/1) mirip seperti di Sleman, ada padi yang rebah dan juga terbentuk 5 lubang. Paling besar adalah lubang di tengah yang besarnya 2,5 meter, sedang lubang lain yang mengapitnya berdiameter 1,5 meter.

Lokasi crop circle itu persis berada di depan pesantren Hidayatul Muhtadiin, hanya berjarak 100 meter. Lokasi crop circle itu ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh Muhaimin seorang santri ponpes. “Saat itu saya mau ke sawah ke ladang padi, terus ada seperti ini,” jelasnya di lokasi.

Muhaimin pun segera memberitahu teman-teman di pondok. Sontak kabar itu pun segera menyebar dari mulut ke mulut. Tidak heran, sejak pagi ratusan warga mendatangi lokasi itu.

Mereka memenuhi pematang sawah di sekitar crop circle. Untuk melihat pemandangan itu, warga tidak perlu menaiki sebuah pohon atau bukit, mereka bisa melihat melalui tanggul sawah yang lain. Kebetulan lokasi crop circle itu lebih rendah dari sawah lainnya.

Sementara itu petugas kepolisian juga sudah memasang garis polisi di sepanjang crop circle. Warga pun diminta untuk tidak mendekat.  detikcom

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…