Minggu, 30 Januari 2011 17:31 WIB Sragen Share :

Barehsos dibobol maling, uang Rp 100 juta raib

Foto: Espos/Rudi

Sragen (Espos) — Kawanan pencuri beraksi di Balai Rehabilitasi Sosial (Barehsos) Raharjo Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah di  Sragen, Sabtu (29/1) malam. Akibat peristiwa itu uang senilai Rp 100 juta, laptop dan LCD, raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp 108 juta.

Menurut Kepala Barehsos Raharjo, Sri Miyatun, kepada Espos, Minggu (30/1), kali pertama kejadian diketahui oleh petugas piket malam, Sukimin, saat hendak mengecek kondisi seluruh ruangan, Minggu sekitar pukul 05.00 WIB.

Diperkirakan pencuri beraksi antara Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Awalnya petugas piket mengecek ruang Kepala Balai di lantai 1. Saat membuka pintu ia dikagetkan dengan kondisi ruang yang berantakan. “Surat-surat di meja dan almari berserakan,” katanya.

Curiga dengan keadaan itu dia lantas mengecek ruang keuangan dan tata usaha (TU) di lantai 2. Ternyata kondisi yang sama juga terjadi di kedua ruang tersebut. Pintu tercongkel, brankas dan almari di ruang keuangan terbuka dan buku dan surat acak-acakan. “Pada saat kejadian petugas piket mengaku tidak mendengar suara yang mencurigakan. Kejadian ini sudah ditangani polisi,” paparnya.

Ia lebih lanjut menyampaikan, akibat peristiwa itu uang permakanan penerima manfaat senilai Rp 40 juta di brankas di ruang keuangan dan dana kesejahteraan pegawai senilai Rp 60 juta di ruang koperasi yang rencananya akan dibagi kepada sebagian pegawai yang belum menerima pada hari Senin (31/1), raib di kuras maling.

Tidak hanya itu, 1 unit laptop dan LCD juga hilang. Ia mengaku merasa kerepotan dengan hilangnya uang itu. Pasalnya, penerima manfaat atau peserta terancam tidak mendapat konsumsi selama beberapa pekan ke depan dan pegawai terancam tidak mendapat gaji bulan ini.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke Dinas Sosial Provinsi Jateng dan selanjutnya akan berkoordinasi. “Ada uang ganti atau tidak masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Provinsi,” lanjutnya.

Ia memperkirakan, kawanan pencuri masuk dan keluar melalui jendela bagain belakang di setiap ruangan. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya bekas congkelan di setiap jendela ruangan, yakni di ruang kepala, TU dan samping ruang keuangan. Selain itu, ditemukan pula tangga yang masih berada di belakang gedung. Benda itu diduga digunakan pencuri untuk memanjat ke lantai 2.

Sementara itu, Kapolsek Sidoharjo, AKP Sutanto, didampingi Kanitreskrim, Ipda Widodo dan Kasihumas Sigiyanto, mewakili Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra saat ditemui terpisah menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara telah dilakukan (TKP).

Hasil sementara, imbuhnya, menunjukkan dugaan pelaku lebih dari satu orang. Hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus itu dengan memeriksa dua orang saksi, yakni petugas piket malam dan bendahara. Untuk mencari sidik jari pelaku polisi telah menyita dua buah gembok brankas yang rusak. “Yang jelas masih dalam penyelidikan. Pelaku akan kami kejar,” tandasnya. m93

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…