Sabtu, 29 Januari 2011 12:09 WIB News Share :

PAN desak Kemenkeu percepat standarisasi gaji pejabat negara

Jakarta–Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Kemenkeu menghentikan wacana kenaikan gaji pejabat negara. PAN menginginkan Kemenkeu melakukan standarisasi gaji pejabat negara bukan hanya berbicara kenaikan gajinya saja.

“Tidak tepat membicarakan kenaikan gaji. Kami mendesak Kemenkeu melakukan standarisasi gaji pejabat negara berdasarkan fungsional kelembagaannya,” ujar Sekjen PAN, Taufik Kurniawan, Sabtu (29/1).

Menurut Taufik saat ini terjadi ketimpangan cukup tinggi antara gaji direksi BUMN dengan gaji presiden sekalipun. Menurut Taufik gaji Presiden SBY sebagai kepala negara seharusnya yang paling tinggi di Indonesia.

“Harusnya dilakukan standarisasi agar gaji presiden tertinggi. Bagaimana mungkin direksi Pertamina, PLN dan perusahaan negara yang basah lainnya gajinya melebihi gaji presiden,” sarannya.

Taufik berharap Kemenkeu segera mengambil langkah cepat melakukan standarisasi gaji pejabat negara. Ia berharap Kemenkeu tidak malah sibuk mengumbar rencana kenaikan gaji DPR.

“Jangan kemudian DPR seolah minta gaji naik. DPR tidak minta gaji naik, Presiden SBY juga demikian, jangan dimaknai beliau curhat karena ingin naik gaji,” ingatnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…