Sabtu, 29 Januari 2011 21:53 WIB Sragen Share :

Enam bocah suporter Arema digaruk Satpol PP

Sragen (Espos)–Sebanyak enam bocah yang mengaku suporter klub sepakbola Arema Malang digaruk aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat mengamen di sekitar perempatan Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Sabtu (29/1).

Mereka terpaksa mengamen untuk mencari uang untuk ongkos pulang ke Malang. Keempat bocah drop out itu terdiri atas Giyono, 14, Renaldi, 13, Diky, 14, Sudar, 17, Safri, 17, dan Mantri, 16. Mereka ditemukan aparat Satpo PP Sragen saat memakan dua bungkus nasi untuk berenam. Saat dicekal aparat, mereka tidak berontak dan dibawa ke Dinas Sosial
(Dinsos) Sragen.

Mereka semula berangkat ke Jakarta untuk melihat pertandingan tim sepakbola Arema Malang dengan berbekal uang hasil mengamen senilai Rp 150.000. Mereka berangkat dengan naik kereta api (KA) dan sesampai di Jakarta sudah kehabisan bekal. Terpaksa mereka tidak bisa masuk stadion pertandingan.

“Kami kembali pulang dari Jakarta Rabu (26/1) dengan naik truk tronton. Tiba-tiba kami diturunkan di perempatan yang tidak tahu namanya (perempatan Pilangsari-red). Kami bingung mau naik apa untuk kembali ke Malang. Saya berangkat hanya dengan uang saku dari
orangtua Rp 5.000. sedangkan teman-teman lainnya tidak mendapatkan uang saku orang tua,” ujar Renadli yang putus sekolah saat duduk di bangku kelas 1 SMP.

Mereka sebagian besar hanya lulus sekolah dasar (SD). Akhirnya mereka diberi pembinaan di Dinsos Sragen dan dipulangkan ke Malang dengan ongkos Dinsos melalui KA. “Karena masih kecil, mereka tetap harus dipulangkan ke Malang. Mereka dipulangkan melalui stasiun KA Sragen. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak stasiun agar tiket tidak dijual atau dijual,” tandas Kepala Dinsos Sragen Supriyatno.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…