Sabtu, 29 Januari 2011 13:29 WIB Hukum Share :

22 Korban KMP Laut Teduh masih dirawat di RS

Jakarta–Sebanyak 22 orang korban tragedi kebakaran KMP Laut Teduh di Perairan Merak menuju Bakauheni, Jumat (28/1), masih dirawat di rumah sakit (RS). Tiga diantarnya luka cukup parah.

22 Penumpang tersebut dirawat di RS Krakatau Medika, Cilegon, Banten. “Dirawat ada 22 orang, tiga orang dirawat di ruang ICU, 17 orang dirawat di Bangsal Seruni, dua orang di Bangsal Wijayakusuma,” ujar Manajer Pelayanan Keperawatan RS Krakatau Medika, Rina, kepada wartawan, Sabtu (29/1).

Salah sorang korban selamat yang kini dirawat di Bangsal Seruni RS Krakatau Medika, Endi Rohana ,43, mengaku nekat melompat ke laut saat kebakaran kapal terjadi. Endi sempat terjebak di tangga kapal yang rusak.

“Saat kejadian saya mau istirahat, saya lihat asap dan awak kapal teriak-teriak. Kami rebutan pelampung terus disuruh naik atas tapi tangganya putus, saya sempat menggantung lalu lompat ke laut,” ujar Endi yang hendak menjenguk anaknya di Lampung ini.

Endi menuturkan tangga yang digunakannya untuk naik cuma terbuat dari tali. Dia juga mengaku sesak napas karena beberapa kali terhempas ombak besar.

“Kurang lebih satu jam di laut, dada saya sakit karena terombang-ambing ombak menabrak badan kapal dua kali. Saya juga minum banyak air laut,” kisahnya.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…