Jumat, 28 Januari 2011 14:20 WIB News Share :

Siswi SMP di Magelang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan

Magelang–Susi Lestari ,18, remaja putri yang masih bersekolah di SMP Negeri 13 Kota Magelang, Jawa Tengah kelas 8, ditemukan tewas. Jasad Susi ditemukan dengan kondisi mengenaskan di Kantor Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Jl. KH Aldan Km.10, Tegalrejo.

Dari infromasi yang dihimpun, Jumat (28/1), saat ditemukan korban masih menggunakan seragam sekolahnya berwarna putih biru lengkap dengan sepatu hitam dan kaos kaki berwarna putih.

Namun, kondisi tubuh korban seperti ada luka penganiayaan. Kondisi kepala ada luka, mulut, dan hidungnya mengeluarkan darah. Saat ditemukan, jasad Susi terbujur ke arah barat miring di atas rerumputan samping kanan Kantor Cabang NU Tegalrejo.

Suyatno ,60, yang juga petugas penjaga malam kantor NU, adalah orang pertama yang menemukan jasad korban. Suyatno menuturkan, saat itu dirinya dari rumah menuju ke kantor untuk melakukan salat subuh dan mematikan lampu kantor.

Namun, setelah membuka pintu gerbang kantor dan pergi ke WC untuk berwudhu ternyata ada banyak berceceran darah di lantai dan ditembok lorong kantor. Suyatno pun curiga dan langsung mencari sumber ceceran darah itu.

“Saya cari-cari ternyata di samping kanan kantor ada tubuh anak-anak memakai seragam SMP terbujur kaku disitu kearah timur,” tutur Suyatno.

Suyatno langsung melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan polsek setempat. Sekitar dua jam kemudian petugas polisi datang dan langsung memasang garis polisi. Petugas juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ratusan warga juga ramai ingin melihat lokasi kejadin. Mereka penasaran ingin tahu siapakah gadis berseragam sekolah yang ditemukan tewas di Kantor Cabang NU Tergalrejo itu.

Terkait peristiwa ini, Kasatreskrim Polres Magelang AKP Slamet Riyadi menjelaskan, Susi ditemukan tewas dalam kondisi sudah terbunuh sejak jam lalu, sejak pertama kali ditemukan.

“Korban ditemukan terbunuh diduga akibat penganiayaan dengan cara dipukul denga benda keras atau tumpul. Lalu juga ada bekas luka lebam dan robek akibat benturan keras di bagian kepala. Juga bekas lebam biru cekikan dilehernya,” tegas Slamet.

Slamet menjelaskan usai kejadian petugas sudah memintai keterangan sebanyak 7 orang saksi diantaranya keluarga, guru-guru SMP Negeri 13 Kota Magelang, serta teman dekat.

Saat ini polisi sedang melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk mencari siapa sebenarnya pelaku pembunuhan yang tergolong sadis ini.

“Untuk sementara sudah sebanyak tujuh orang yang kami mintai keterangan dianatarnya guru, kepala sekolah, teman dekat dan keluarga korban. Sampai saat ini belum kami tentutkan siapa tersangkanya dan kini kami akan melakukan pengejaran,” jelas Slamet sambil menola menyebutkan siapa terduga pelaku yang sudah dikantongi namanya oleh polisi.

Hingga berita ini diturunkan petugas Polres Magelang masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sudah dikantongi namanya oleh polisi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…