Jumat, 28 Januari 2011 16:39 WIB Hukum Share :

Putus asa, warga Jembangan Sragen gantung diri

Sumber ilustrasi: Internet

Sragen (Espos) — Diduga karena putus asa menjalani hidup karena menderita sakit yang tak kunjung sembuh, Subandi, 54, warga Dusun Jembangan RT 3, Desa Jembangan, Plupuh, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon jati belakang rumahnya, Jumat (28/1).

Adik korban, Marwan, 25, saat dijumpai Espos di kediamannya, Jumat, mengatakan kali pertama korban ditemukan pukul 05.30 WIB oleh tetangga sebelah rumahnya, Wawan, 9, saat hendak membuang hajat di belakang rumah.

Melihat peristiwa itu, Wawan mengurungkan niat buang hajat dan segera melaporkan kepada ayahnya, Ngatijo. Ngatijo lantas mengecek lokasi dan langsung menginformasikannya kepada keluarga. “Kami tidak habis pikir Mas Subandi nekat seperti ini. Padahal dahulu dia sering ke masjid,” ujarnya.

Marwan menambahkan, keluarga menduga korban bunuh diri. Pasalnya, korban memang dikenal sangat pendiam, kalut dan sering mengurung diri di kamar semenjak mengidap penyakit aneh sejak usia 20 tahun. Korban merasakan badan panas dan sangat lemas setiap hari.

Keadaan itu diperparah saat istri korban bersama seorang anaknya meninggalkannya sejak empat bulan lalu. “Mungkin Mas Subandi putus asa menjalani beban hidup yang sangat berat itu,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Plupuh, AKP Sugiyanto, didampingi Kasihumas, Aiptu Kusmin, mewakili Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra, kepada Espos mengungkapkan korban diduga kuat bunuh diri. Dugaan itu diperkuat dengan temuan peralatan berupa kayu pemanjat dan seutas tali dari kain yang sudah dipersiapkan korban sebelumnya. “Dokter Puskesmas menyatakan korban tewas sekitar tiga jam dari penemuan. Seluruh hasil identifikasi mengarah ke motif bunuh diri,” jelasnya. m93

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…