Jumat, 28 Januari 2011 15:29 WIB Sragen Share :

Pilkada Sragen, “mahar” PKB senilai Rp 3 M ditolak Yuda

Sragen (Espos)--Permintaan “mahar” untuk pemenangan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) senilai Rp 3 miliar ditolak pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yuda).

Kendati demikian PKB terpaksa menerima Yuda meskipun hanya menerima dana pemenangan Pilkada kurang dari Rp 1 miliar. Penegasan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sragen Mukafi Fadli didampingi pimpinan Dewan Syura PKB dan sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Sragen dalam jumpa pers di Sragen, Jumat (28/1).

Pernyataan Lilik, sebutan akrab Mukafi itu disampaikan untuk menepis rumor yang beredar di ranah publik, bahwa Ketua PKB telah mengantongi “mahar” politik. “Istilahnya bukan mahar, melainkan biaya untuk pemenangan Yuda. Semula kalkulasi PKB dengan lima kursi di parlemen idealnya membutuhkan biaya pemenangan sneilai Rp 15 miliar. Namun angka itu memang dirasa cukup besar. Akhirnya dengan pertimbangan berbagai hal, kami memutuskan untuk mengajukan dana pemenangan senilai Rp 3 miliar. Namun dana itu pun tidak dipenuhi Yuda,” tukas Lilik.

Dia mengakui persoalan mahar Yuda di sejumlah partai pendukung/pengusung sudah selesai di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk PKB dan dua partai lainnya selain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia menegaskan kondisi internal PKB masih kondusif, meskipun sempat terjadi adanya pernyataan sikap politik dari beberapa pimpinan anak cabang (PAC).

try

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…