Jumat, 28 Januari 2011 21:03 WIB Hukum,Klaten Share :

Lakalantas jadi pembunuh utama di Klaten

Klaten (Espos)–Kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih menduduki ranking teratas di antara pelbagai penyebab kematian di Klaten. Data yang dilansir Rumah Sakit Umum Pusat dr Soeradji Tirtonegoro mengungkapkan, dari 1.569 kasus kecelakaan yang dirujuk ke RS itu selama tahun 2010, sebanyak 887 kasus merupakan kecelakaan di jalan raya.

“Kasus kecelakaan tertinggi memang masih didominasi kecelakaan di jalan raya. Kecelakaan tertinggi selanjutnya ialah karena terjatuh dan sebab luar lainnya,” kata petugas Humas RSUP, Petrus Trijoko, ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (27/1). Data yang diolah Espos dari RSUP juga menyebutkan dari 887 kasus kecelakaan di jalan selama tahun 2010 itu, sedikitnya ada 25 tewas. Sisanya luka berat dan luka ringan seperti patah tulang dan cidera lainnya. Ditilik dari sisi usia, rata-rata yang mengalami kecelakaan di jalan raya ialah remaja dengan usia yang berkisar antara 15-24 tahun.

“Dan dari sekian kasus itu, yang terbanyak ialah laki-laki. Jumlahnya 545 kasus. Sisanya ialah perempuan, 342 kasus,” terang Petrus Trijoko.

Menurut Petrus, dari sekian banyak kasus kecelakaan yang dirujuk ke RSUP, angka kecelakaan di jalan selalu menempati urutan teratas dari tahun ke tahun. Hal itu, menurutnya disebabkan juga oleh kian membanjirnya kendaraan di jalan yang tak diimbangi dengan ketaatan di jalan, mulai taat berlalu lintas, kecepatan normal serta pengamanan selama berkendaraan. “Dari kecelakaan karena jatuh, alkohol, efek samping obat, keracunan, bunuh diri, kontak dengan bahan panas, radiasi serta aneka kecelakaan lainnya, kecelakaan di jalan raya masih jauh di atas yang lainnya. Dan memakan korban nyawa paling banyak,” tegas dia.

asa

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…