Jumat, 28 Januari 2011 17:01 WIB News,Hukum Share :

Kejagung bidik jaksa nakal kasus korupsi

Jakarta–Para jaksa yang menangani kasus korupsi akan diawasi ekstra ketat. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah perbuatan menyimpang para jaksa. Nantinya Jamwas bisa langsung bergerak melakukan pemeriksaan.

“Sudah saya tanda tangani (Peraturan Jaksa Agung) bahwa nanti perluasannya itu, pengawasan bisa melakukan penyidikan atas dengan persetujuan Jaksa Agung,” kata Jaksa Agung Basrief Arief di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jaksel, Jumat (28/1). Menurut Basrief, dengan aturan itu Jamwas bisa lebih leluasa bergerak. Namun, tentu tetap melakukan koordinasi dengan Jaksa Agung.

“Jadi dilaporkan dulu pada Jaksa Agung, nanti Jaksa Agung yang menentukan apakah perlu disidik oleh kita langsung atau seperti apa,” tambahnya. Basrief menambahkan, kalau arahnya ditemukan bukti pidana umum, tentu akan diserahkan sepenuhnya kepada penyidik Polri. Peraturan ini merupakan bentuk pengawasan melekat yang sudah berjalan sejak lama, hanya sekarang, dilakukan penekanan kembali.

“Supaya Waskat itu difungsikan optimalnya. Kemudian ada Wasnal-nya (pengawasan fungsional), yaitu aparatur Jamwas akan melihat seberapa jauh Waskat itu dijalankan, di daerah nanti tentu Wasnal-nya yang menilai,” tutupnya.

dtc

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…