Jumat, 28 Januari 2011 22:27 WIB Boyolali Share :

Kades Jrakah bantah selewengkan dana

Boyolali (Espos)–Kades Jrakah, Kecamatan Selo, Tumar membantah dirinya dikaitkan dugaan penyelewengan dana bantuan pascabencana erupsi Merapi di desanya.

“Saya kaget karena dikaitkan dengan dugaan penyelewengan dana itu,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (28/1).

Dijelaskan Tumar, dirinya tahu masalah tersebut dari sejumlah warganya yang menyatakan dirinya dikaitkan terkait dugaan penyelewengan dana bantuan seperti yang termuat di sejumlah media massa. Tumar mengatakan pihaknya akan segera melakukan klarifikasi terkait pemanfaatan dana Rp 24 juta yang digunakan untuk pembelian peralatan dalam rangka kegiatan padat karya. Menurut Tumar, yang bertugas melakukan pembelian atau pengadaan adalah salah satu perangkat desanya.

“Saya akan klarifikasi Kadus II Desa Jrakah, Tumari terkait pembelian peralatan melalui dana program padat karya,” tambah dia. Mengenai adanya dugaan penarikan uang Rp 800.000 bagi pemilik sapi yang mendapat ganti, Tumar menegaskan dirinya tidak tahu menahu. Sebagai Kades, jelas Tumar, dirinya tidak pernah memerintahkan penarikan uang itu. Selain itu, pihak desa juga secara resmi tidak melakukan penarikan.

“Kami siap dipanggil pihak terkait jika dimintai klarifikasi. Akan saya beberkan secara jelas,” papar dia.

Sebelumnya, dana bantuan pascaerupsi Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo diduga diselewengkan. Dana pembelian peralatan padat karya senilai Rp 24 juta hanya dibelikan sejumlah peralatan. Antara lain,  tujuh buah linggis, empat buah dandang, dua buah garuk, dua buah senggrong dan sebuah pecok (SOLOPOS, 28/1).

fid

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…