Jumat, 28 Januari 2011 22:00 WIB News Share :

Hutan kritis di Jateng 8.500 ha

Semarang (Espos)–Dinas Kehutanan Jateng mengalokasikan anggaran senilai Rp 2,3 miliar untuk rehabilitasi hutan kritis yang mencapai 8.500 hektare (ha). Sementara Universitas Diponegoro (Undip) melakukan gerakan penghijauan dengan menanam ratusan pohon di lingkungan kampus Tembalang, Kota Semarang. Kepala Dinas Kehutanan Jateng, Sri Puryono, menyatakan rehabilitasi hutan kritis tersebut diharapkan bisa rampung seluruhnya pada tahun 2012.

“Untuk rehabilitasi hutan kritis di Jateng telah dialolasikan anggaran Rp 2,3 miliar. Nanti masih ditambah bantuan pemerintah pusat melalui APBN senilai Rp 1,8 miliar,” katanya kepada wartawan di Semarang, Jumat (28/1). Kawasan hutan kritis tersebut sambung ia, tersebar di beberapa lokasi antara lain hutan Dieng, Sindoro-Sumbing, Wonosobo dan Muria di Kudus.

Rehabilitasi dengan melakukan penghijauan kawasan hutan kritis terus digalakkan agar keseimbangan lingkungan bisa terjaga. “Ini pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Diharapkan 2012 sudah rampung,” ujar Sri Paryono. Menurut ia, sebenarnya luas hutan di Jateng sudah melebihi amanat Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang mensyaratkan tiap daerah harus memiliki kawasan hutan minimal 30% dibandingkan luasan daratan. ”Saat ini hutan di Jateng mencapai 1.062.000 ha atau 30,2% luas daratan,” tandasnya.

Sementara Rektor Undip Semarang, Prof Sudharto P Hadi, melakukan penanaman 200 batang pohon di kampus Tembalang dalam rangka penghijauan lingkungan kampus.

“Setiap pekan sekali dilakukan gerakan penanaman 200 batang pohon, beraneka jenis misalnya mahoni, trembesi, nangka, mangga,” ujar dia di sela pencanangan gerakan penanaman pohon di Undip. Hadir dalam acara itu Gubernur Jateng, Bibit Waluyo; Walikota Semarang, Soemarmo dan tamu undangan lainnya.

oto

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…