Jumat, 28 Januari 2011 18:26 WIB News Share :

2 Kecelakaan angkutan umum dalam sehari, Menhub didesak mundur

Fredy Numberi. sumber foto: Tempointeraktif.com

Jakarta–Terjadinya dua kecelakaan kendaraan angkutan umum dalam sehari dipandang sebagai kegagalan kinerja Menhub Freddy Numberi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun mendesak Menhub untuk mundur dari jabatannya. “Tabrakan kereta api Mutiara—Kutojaya dan kebakaran KM Laut Teduh II adalah bukti ketidakberdayaan pemerintah untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan perkeretaapian dan pelayaran,” tulis Sekretaris Fraksi PKS, Abdul Hakim, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (28/01).

Hakim menilai, Menteri Perhubungan yang berasal dari Partai Demokrat tersebut telah gagal membenahi sistem transportasi massal. Ia mengaku telah berulang kali mendesak perlunya perbaikan transportasi massal, namun hal itu tidak pernah didengar.

“Desakan itu hampir tidak pernah direalisasikan dalam bentuk langkah konkret seperti yang diamanatkan dalam 4 UU Transportasi yang sudah disahkan DPR,” sambung anggota Komisi V DPR RI ini.

Bahkan, jika pemerintah tidak segera membenahi transportasi massal, Fraksi PKS akan menggalang hak angket. “Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kami akan menggalang dukungan untuk mengajukan hak angket atas kelalaian pemerintah mengimplementasikan UU transportasi,” imbuhnya.

Sehari ini, terjadi dua tragedi kecelakaan transportasi massal. Yakni, kecelakaan kereta api di Banjar dan kebakaran Kapal KMP Teduh di perairan Merak-Bakauheni. Hingga saat ini tercatat total 16 orang tewas dalam dua tragedi tersebut.

dtc

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…