Kamis, 27 Januari 2011 18:29 WIB News,Tokoh,Solo Share :

SBY harus hati-hati di tahun kelinci logam...

Solo (Espos)–Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Haksu Tjhie Tjay Ing, 76, mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) supaya berhati-hati dalam tutur dan tindakan sepanjang 2011 atau tahun kelinci logam dalam penanggalan tionghoa. Pernyataan atau sikap yang salah bisa semakin memperburuk situasi negeri ini. Sebab posisi SBY atau pemerintah pusat saat ini sedang begitu lemah.

Pendapat itu disampaikan Haksu yang juga Ketua Dewan Rohaniwan Agama Konghucu Indonesia saat ditemui wartawan Kamis (27/1) di Sekretariat Matakin Jl Yap Tjwan Bing Jagalan, Jebres, Solo. “Pemerintah pusat harus bangkit demi rakyat,” ujarnya. Haksu menilai pemerintahan pusat lemah karena SBY terlalu bersabar atau mencoba bijaksana menghadapi persoalan negeri ini. Hasilnya berbagai sikap yang terkesan melecehkan terhadap presiden bisa terjadi begitu saja dengan leluasa. Laki-laki asal Blora, Jawa Tengah (Jateng) yang telah tinggal di Solo 60 tahun terakhir itu prihatin terhadap kondisi bangsa Indonesia. Sebab tidak sedikit rakyat yang masih hidup kesusahan di negeri yang kaya alam ini.

Mengenai tudingan tokoh agama  SBY melakukan kebohongan, Haksu menilai hak tiap orang menyampaikan pendapat. Dia justru khawatir sejarah hancurnya Dinasti Cho yang telah berkuasa 300-an tahun di Tiongkok berulang. Raja Dinasti Cho hancur karena posisi pemerintah pusat lemah sehingga muncul negara-negara bagian yang membangkang. Pemimpin negara-negara bagian itu saling serang sehingga lahirkan zaman peperangan menyeramkan.

Haksu menjelaskan, tahun kelinci logam seharusnya mempunyai sifat subur tapi kadang banyak faktor negatif. Manusia harus berusaha sebaik mungkin namun semua kembali kepada Tuhan. “Janganlah ragu janganlah bimbang Tuhan akan menyertaimu. Bila Tuhan menyertai berkah pasti berlimpah. Cobaan akan selalu ada tapi pegang teguh kebajikan,” pesannya.

kur

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…