Kamis, 27 Januari 2011 21:39 WIB Internasional Share :

Ribuan warga yaman desak Presiden turun

Sanaa (Espos)Ribuan warga Yaman, Kamis (27/1) menggelar demonstrasi di Ibukota Sanaa dan menyerukan Presiden Ali Abdullah Saleh agar mundur setelah memegang kekuasaan sejak 1978. Seperti dilaporkan koresponden AFP, para demonstran menyerukan, “Cukup  berkuasa selama (lebih) 30 tahun.” Demonstrasi itu diadakan oleh oposisi Common Forum di empat lokasi di ibu kota.

Mereka membuat referensi runtuhnya kekuatan Presiden Tunisia terguling  Zine El Abidine Ben Ali, yang mereka katakan “pergi hanya dalam tempo (lebih) 20 tahun.” Sementara itu sebelumnya, seorang pejabat menytakan, sejumlah orang bersenjata membunuh empat prajurit Yaman dalam serangan terhadap kendaraan militer di wilayah selatan negara itu, Rabu. Serangan di kota di Provinsi Hadramout itu memiliki ciri-ciri Al Qaeda, kata pejabat itu. Yaman adalah negara leluhur pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dan menjadi pangkalan Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) serta tempat peluncuran bagi serangan-serangan dengan sasaran AS.

Ant

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…