Kamis, 27 Januari 2011 20:15 WIB Karanganyar Share :

Petani Ploso panen raya padi

Karanganyar(Espos)–Ratusan petani di Desa Ploso, Jumapolo melaksanakan panen raya padi, Kamis (27/1). Menurut Ketua Gapoktan Desa Ploso, Warsono, di Ploso ada sekitar 127 hektare (ha) sawah, 133 ha tegalan dan 114 ha pekarangan yang ditanami tumbuhan.  “Untuk tahun ini, kami mengalami peningkatan produksi sebanyak 6,72 ton per hektare, dibandingkan tahun lalu yang hanya 5,5 ton per hektare,” kata Warsono di lokasi panen raya, Kamis siang.

Varietas yang ditanam di Ploso mayoritas jenis IR-64. Penanaman padi tersebut dilakukan secara serempak pada akhir Oktober 2010 lalu. Setelah ditanam, padi tersebut dipantau perkembangannya oleh petani, dibantu pihak swasta. Ada 624 orang petani di Desa Ploso yang tergabung dalam delapan kelompok tani.

Sementara itu, PT Syngenta berkerja sama dengan petani juga memberikan pengetahuan kepada petani tentang bagaimana memberantas wereng coklat yang selama ini banyak menyerang padi. “Petani masih banyak yang belum tahu seberapa besar takaran untuk obat wereng. Jadi bukan asal campur obat,” kata manager area Soloraya PT Syngenta, Chairul Anwar.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Karanganyar juga memberikan empat unit sepeda motor untuk petugas kehutanan yang bertugas mengawasi hutan di sekitar Desa Ploso. “Setiap hari Kamis kan ada agenda Kamis Bertani, jadi sekalian di situ dikelola bagaimana membasmi wereng yang selama ini sudah mewabah. Harapannya biar pangan di Karanganyar bisa terpenuhi,” ujar Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih.

fas

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…