Kamis, 27 Januari 2011 09:48 WIB Solo Share :

Pengunjung menurun, konsep dan manajemen Galabo Solo dievaluasi

Solo (Espos)–Keberadaan Gladak Langen Bogan (Galabo) yang merupakan pusat jajanan dan kuliner malam di Kota Solo dinilai tidak lagi mampu menarik minat pengunjung. Bentuknya yang kuno serta manajemen yang kurang tertata akan dievaluasi.

Hal itu dikemukakan Walikota Solo, Joko Widodo ketika ditemui wartawan di Solo, Kamis (27/1). Tahun 2011 ini, Walikota mengatakan akan mengevaluasi manajemen dan konsep Galabo agar ke depan dapat lebih menarik sehingga mampu meningkatkan pengunjung.

“Harus diakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini pengunjung Galabo menurun. Banyak juga keluhan terkait penataan dan manajemen yang kurang baik di tempat itu, sehingga kami memutuskan akan mengevaluasi keberadaan Galabo tersebut. Artinya, akan kami tata menjadi lebih menarik dari sebelumnya baik dari sisi konsep maupun manajemen,” ungkap Walikota.

Penataan yang akan dilakukan ke depan, dikatakan Walikota sebagai bentuk penyegaran. Bentuk penataan tenda maupun gerobak saat ini tengah disiapkan lebih menarik. Selain itu, manajemen retribusi kini juga tengah dibahas dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

“Saya ingin Galabo kembali menjadi kawasan kuliner ini tetap diminati pengunjung baik dari dalam maupun dari luar kota, serta dapat menyejahterakan pengusaha kecil dan menengah yang saat ini sudah bergabung dengan Galabo,” tandasnya.

sry

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…